Warga Keluhkan Pelayanan Berbelit-Belit, Zainal-Yansen Siap Pangkas Birokrasi

Kampanye Cagub-Cawagub Kaltara 2020
Cawagub Kaltara nomor urut 3, Dr Yansen Tipa Padan, M.Si mendapatkan keluhan dari warga Kecamatan Tanjung Selor soal berbelit-belitnya borokrasi, Senin (12/10)

POS-KALTARA.CO.ID – Mendapatkan curhatan warga soal pelayanan yang berbelit-belit selama ini, Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut 3, Drs H Zainal A Paliwang-Dr Yansen Tipa Padan, M.Si berjanji akan memangkas birokrasi jika dipercaya memimpin provinsi ke-34 tersebut.

Hal ini menanggapi soal keluhan warga bernama Muhammad Saiful Bahri, tokoh masyarakat Kampung Baratan Desa Gunung Seriang Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan pada awal pekan lalu.

“Jadi kami sudah dianggap sebagai tokoh oleh masyarakat di sini makanya itu kami diberi kesempatan untuk mewakili masyarakat Baratan untuk menyampaikan apa yang diinginkan,” kata Saiful yang mengaku suah 40 tahun di Kalimantan.

Pada kesempatan itu, tokoh masyarakat Baratan mengemukakan lima poin, salah satunya berkaitan berbelit-belitnya birokrasi soal pelaksanaan dana desa (DD) dan ADD. “Birokrasi saat ini sangat panjang dan Berbelit-beli. Kadang-kadang sudah turun ke bawah, naik lagi kembali ke atas,” keluh dia.

Baca Juga:  Zainal-Yansen Didoakan Teman Main Bola,Terpilih di Pilgub Kaltara

Akibat birokrasi yang berbelit-belit dan menggunakan waktu yang cukup lama sehingga pembangunan jadi terhambat karena waktu yang sudah tidak mencukupi lagi.

“Hampir tidak ada waktu untuk membangun, akhirnya hanya dua bulan tiga bulan baru kita membangun, sehingga kita tidak dapat membangun akhirnya dana kembali menjadi silpa atau dana kembali ke daerah,” beber Saiful.

Padahal lanjut dia, program Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo melalui program nawacita salah satunya membangun Indonesia dari pinggiran. “Membangun itu dari pinggiran, berarti yang ada di pinggiran itu RT beserta masyarakatnya, kenapa tidak dipanggil (dilibatkan) RT sama masyarakatnya,” keluh dia lagi.

Baca Juga:  Bunda PAUD Kaltara Resmikan PAUD Sulon Pelangi Perbatasan

Cawagub Yansen TP yang hadir pada saat itu menegaskan jika dirinya bersama Cagub Zainal Arifin Paliwang mendapat amanah memimpin Kaltara, maka birokrasi yang berbelit-belit tersebut menjadi perhatian khusus.

Ia akui, birokrasi yang panjang dan berbelit-belit memang akan menghambat pembangunan mulai dari RT, desa, bahkan kabupaten, provinsi dan negara.

“Soal mekanisme birokrasi kalau ini jalan yang kami rencanakan, itu akan hilang, karena urusan itu turunnya ke bawah,” ujar Yansen TP.

Menurut Bupati Malinau dua periode ini, pemegang kekuasaan itu ada di bawah dalam hal ini masyarakat di desa dan RT, maka dari itu harus terlibat dalam membangun.

Baca Juga:  Kampanye Cagub Zainal A Paliwang, Warga Sei Batang Curhat Kampungnya Kurang Perhatian

“Nanti kita harapkan semua kepala daerah itu harus mendelegasikan kewenangan-kewenangan untuk hal-hal yang kecil itu cukup kepala desa atau camat, tidak usah sampai naik ke bupati, apalagi ke gubernur, terlalujauh.” pungkas mantan Camat Peso ini. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here