Usai Melepas Nazar di Batu Lamampu, Mobil Rombongan Terjebak Lumpur di Sei Taiwan

Mobil Terjebak di Lumpur
Warga Berusaha Mengangkat Mobil yang Terjebak di Lumpur di Sei Taiwan, Minggu (13/06). Foto: POS-KALTARA

PK Online – Demi mencari jalur terdekat, usai melepas nazar di tempat wisata Batu Lamampu mobil rombongan warga terjebak lumpur bercampur pasir di Sei Taiwan, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, Nunukan.

Mobil yang terjebak lumpur adalah sebuah mobil merek Daihatsu jenis Gran Max warna hitam dengan nomor polisi KU 8146 N pada Minggu (13/6) sekira pukul 13.00 Wita.

Awal kejadiannya pada Minggu (13/6) itu, selain mobil merek Daihatsu jenis Gran Max yang dikemudikan Daeng Matturu juga berbarengan sebuah mobil pick up warna putih.

Mobil ini dikemudikan Daeng Matturu mengangkut rombongan warga berasal dari Desa Ajikuning, Kecamatan Sebatik Tengah yang mengunjungi tempat wisata Batu Lamampu untuk melepas nazarnya.

Baca Juga:  Bupati Nunukan Memberikan Bonus 54 Atlit Berprestasi

Pantauan di lokasi kejadian, romobongan warga yang menggunakan mobil Grand Max ini melintas di pantai itu dengan niat mencari jalur terdekat menuju Pantai SUTE terus ke Desa Ajikuning.

Namun naas yang dialami, ban mobil tersebut terperosok ke lumpur yang diperkirakan 80 meter dari pinggir pantai.

Sopir dan penumpang tersebut sontak kaget karena mobil yang ditumpanginya tiba-tiba tidak bisa bergerak. Bahkan ada seorang penumpang yang terlempar keluar dari bak kenderaan tersebut.

“Itu sopir pikir jalannya bagus jadi ambil jalan itu sama mobil pick up putih, tapi itu mobil putih lolos. Ini saja mobil hitam yang langsung tinggal sampai ada itu penumpang yang terlempar ke pasir,” kata seorang penumpang jenis kelamin perempuan.

Baca Juga:  DI RUMAH SAJA! Nunukan Berlakukan Jam Malam Upaya Mencegah Penyebaran COVID-19

Pada saat mobil Gran Max ini terperosok di lumpur, warga sekitar turut membantu mendorong ataupun mengangkat pakai balok dari kayu. Namun kendaraan tersebut tetap tidak beranjak dari posisinya. Justru, mobil ini semakin terbenam karena air laut yang mulai naik (pasang).

Sekaitan dengan kasus ini, seorang warga mencoba mendatangi kantor polisi dan menghungi pemadam kebakaran untuk minta bantuan, tetapi bertepatan hari libur.

“Saya sudah dari kantor polisi tapi kosong, satu orang saja ada di sana. Kalo damkar ini masih cari-cari nomor yang bisa dihubungi,” kata seorang warga. (***)

Baca Juga:  Tim Gugus Tugas COVID-19 Melacak Penderita Corona Melalui Strategi Pankesia

Penulis: Muhammad Syukri

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here