UBT Akan Buka Fakultas Kedokteran dan Program Doktoral Ilmu Hukum

Rencana UBT Buka Fakultas Kedokteran
Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang (kiri baju putih) usai bertemu dengan Rektor UBT Prof Adri Patton, Rabu (24/2)

Pos-Kaltara.co.id – Universitas Borneo Tarakan (UBT) terus menseriusi rencana pembukaan fakultas kedokteran di perguruan tinggi negeri terbesar di Kalimantan Utara (Kaltara) itu.

Bahkan UBT juga sedang mengupayakan dibukanya sejumlah program magister serta doktor.

Hal itu terungkap usai Rektor UBT Prof Adri Patton dan seluruh senat UBT melakukan audiensi dengan Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang di ruang kerja gubernur, Rabu (24/2).

Selain bersilaturrahmi dengan gubernur yang juga Ketua Dewan Pertimbangan UBT, juga untuk menyampaikan beberapa hal. Di antaranya keinginan UBT membuka fakultas kedokteran serta program magister dan dokter.

“Kami menyampaikan bahwa UBT sekarang semakin berkembang. Tentunya saat ini sudah memiliki 7 fakultas dengan 28 prodi (program pendidikan), tapi ada impian besar kami menginginkan supaya nanti UBT itu punya fakultas kedokteran dan membuka beberapa program magister, termasuk program doktor,” ujar Prof Adri Patton kepada Media Relasi Ziyap.

Baca Juga:  Kaltara Deflasi -0,06 Persen, Ekspor Meningkat 11,07 Persen

Adapun program yang akan dibuka, beber mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau ini adalah fakultas kedokteran, jurusan Biologi, Biometrika dan sebagainya.

Sedangkan untuk program magister, akan dibuka S2 di bidang pertanian, magister lingkungan, magister manajemen, magister manajemen pendidikan dan bahasa Inggris. Akan dibuka juga program doktor ilmu hukum.

“Karena itu agar supaya program prodi ini bisa terbuka dan berhasil dengan baik. Dari pertemuan itu, pak gubernur sudah berjanji untuk siap bersama-sama kita menghadap pak menteri agar supaya program kedokteran dan magister dengan juga doktor ilmu hukum itu bisa dibuka walaupun dengan kondisi moratorium,” ungkapnya akan hasil pertemuan.

Baca Juga:  Tahun ini, investor Australia masuk Kaltara nilainya Rp180 triliun

Adri Patton membeberkan alasan pihaknya ingin membuka program-program tersebut. Menurutnya, program kedokteran dibutuhkan oleh Provinsi Kaltara khususnya kabupaten kota. Karena berada di daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal). Seperti Malinau, Nunukan, Bulungan Krayan dan sebagainya, termasuk Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang masih membutuhkan banyak dokter.

Dengan melibatkan gubernur selaku Ketua Dewan Pertimbangan UBT, ditambah Ketua DPRD Kaltara serta bupati dan wali kota ditambah ketua DPRD se Kaltara.

Adri untuk menghadap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Adri Patton berharap bisa dikabulkan. Karena menjadi kebutuhan daerah. Ia juga mengaku telah menghadap Konsil Kedokteran Indonesia dan telah memberikan rekomendasi terhadap rencana dibukanya fakultas kedokteran.

Baca Juga:  Meski Alami Penurunan, Angka Kemiskinan 7,36% Masih Tinggi

Wacana penambahan fakultas baru dan program magister serta doctor ini mendapat apresiasi baik dari Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang.

“Terbosoan UBT ini sangat baik. Saya selaku Gubernur dan Ketua Dewan Pertimbangan UBT sangat mengapresiasi dan mendukung upaya ini,” katanya.

Olehnya itu, dalam waktu dekat Pemprov Kaltara akan melakukan audiensi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait perihal tersebut.

Dalam kesempatan itu, Zainal menambahkan bahwa UBT akan menjalin kerja sama dengan Pemprov Kaltara terkait program penelitian dalam rangka pengembangan pertanian dan perikanan. (*)

Sumber: Media Relasi Ziyap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here