Tanggap Darurat Kebakaran Inhutani Ditutup, Laura: Bantuan Pemerintah Tetap Berjalan

Penutupan Posko Tanggap Darurat KOrban Kebakaran Nunukan
Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid menutup tanggap darurat kebakaran Inhutani Nunukan, Minggu (17/1)

PosKaltara.co.id – Bupati Nunukan Hj Asmin Laura telah menutup tanggap darurat bencana kebakaran yang terjadi di Jembatan Inhutani Kelurahan Nunukan Utara pada Minggu (10/1). Korban pun dipindahkan ke tempat yang lebih nyaman dan aman.

Sebelumnya, korban kebakaran ditampung dalam tenda darurat di samping Kantor Kelurahan Nunukan Utara kini dipindahkan ke lods Pasar Pujasera dan Rusunawa Nunukan Selatan.

“Sudah satu minggu ini kita bersama, diatur dan diungsikan sebelumnya berada di tenda darurat, dan saya minta untuk dipindahkan di Pujasera, karena masih ada beberapa ruko yang belum difungsikan, agar lebih teratur dan lebih terarah dan terkesan tidak menumpuk, dan lebih layak dari segi kesehatan,” ungkap Bupati Nunukan.

Baca Juga:  Bupati Nunukan jadi irup pada gelar pasukan Ops Ketupat Kayan 2021

Ia menambahkan, penutupan posko tanggap darurat ini bukan berarti pemerintah daerah sudah melepas tanggung jawabnya, tetapi akan terus memantau para korban hingga menerima bantuan.

“Tidak ada pilihan dalam menghadapi situasi seperti ini kecuali sabar, kami dari pemerintah daerah terus memantau perkembangan bapak ibu sekalian, sampai dengan adanya bantuan berupa dana yang nantinya akan dikucurkan kepada seluruh korban,” ujar Laura.

Korban kebakaran Inhutani akan diberikan bantuan oleh Pemkab Nunukan setiap kepala keluarga (KK). Hanya saja, agak terlambat pengucurannya karena awal 2021 ini diberlakukan sistim baru dari Pemerintah (pusat) dan berlaku seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Bupati Nunukan Perpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus Mendatang

Bagi korban kebakaran yang tidak mempunyai sanak keluarga di Kabupaten Nunukan, untuk sementara diungsikan ke Rusanawa. Laura pun menginstruksikan agar bantuan dibagi secara adil dan merata kepada seluruh warga yang terdampak.

“Jadi datanya sudah jelas, jadi jangan sampai ada lagi yang merasa tidak terbagi lagi, ya kalau tidak ada didata pasti tidak dapat. Dan bagi yang bukan korban harus kita tahu diri kita mengutamakan para korban agar mereka bisa mendapatkan hak, karena saya yakin bantuan bantuan ini di berikan untuk mereka,” tutur Laura. (mt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here