RDP DPRD Nunukan, Titik Terang Di Balik Carut Marut Sengketa Lahan

RDP DPRD degnan Warga
RDP DPRD Kabupaten Nunukan Menanggapi Kasus Sengketa Lahan Antara Warga Binusan Dalam, kalimata dan H Bato, Senin (28/06). Foto: Poskaltara

Saya harap anggota dewan memperhatikan mereka yang sedang menggantungkan hidupnya di tanam tumbuh itu.

Andi Krislina

PK OnlineDPRD Kabupaten Nunukan mengelar RDP (rapat dengar pendapat) mengenai sengketa lahan di Binusan Dalam antara warga Desa Binusan Dalam, Kalimata dan H Bato.

RDP tersebut diselenggarakan di Ruang Ambalat 1 Lantai I Gedung DPRD pada Senin (28/06) di mana sejumlah warga Desa Binusan Dalam, Kepala Desa, dan anggota dewan serta beberapa dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait turut hadir.

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi I Bidang Pemerintahan, sekaligus selaku pimpinan rapat meminta peserta RDP untuk fokus mencari titik simpul dari masalah tersebut tanpa mengesampingkan nurani dan menutup mata.

Baca Juga:  Mau Perubahan, Warga Sebatik Bersatu Dukung Zainal-Yansen

“Saya harap anggota dewan memperhatikan mereka yang sedang menggantungkan hidupnya di tanam tumbuh itu,” kata krislina.

Kepada pemerintahan, lanjut Krislina, jangan terlalu terpaku pada izin. Selama kasat kusut kepemilikan lahan ini, sebaiknya tidak ada aktifitas di lokasi sengketa sampai semua persoalan teratasi.

Ia juga berpesan agar anggota DPRD Kabupaten Nunukan benar-benar bisa menjadi mediator antara warga Binusan Dalam dan H. Bato, pemilik lahan.

Sengketa lahan seluas 380 Ha berawal ketika H. Bato mengklaim telah membeli lahan tersebut sedang warga mengaku tidak pernah menjual. warga menuturkan sejak 2004, mereka tidak tahu menahu soal jual beli lahan tersebut dan baru mengetahuinya 2020 lalu.

Baca Juga:  Reses di Sebatik, Dewan Sampaikan Program Pemerintah Bantuan Bagi UMKM

Titik terang mulai terlihat usai seorang warga Rasyid membenarkan telah menjual lahan tersebut. Hanya saja, saat itu dia tidak berpikir telah menjual lahan yang bukan miliknya. Pasalnya, ia mengaku menjual lahan tersebut setelah salah seorang yang mengaku Ketua Kelompok salah satu warga memberikan surat pernyataan ketidaksanggupannya mengelola lahan tersebut.

“Saya jual karena saya terima surat dari kepala sukunya yang menyatakan mengembalikan lahan kepada saya karena mereka sudah tidak sanggup lagi mengelola lahan tersebut,” Kata Rasyid

Penulis: Muhammad Syukri

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here