Rapat Teknis Pendidikan, Sekprov Kaltara Ajak Pikirkan Langkah Strategis

Rapat Teknis Pendidikan
Sekretaris Provinsi H Suriansyah Memberikan Sambutan Saat Rapat Teknis Pendidikan, Rabu (30/06). Foto: adpim

Kami berharap adanya sinergi antara Pemprov Kaltara dengan kabupaten/kota untuk saling berdiskusi dan mencari solusi guna mengatasi kendala dan hambatan yang ada di bidang pendidikan

H. Suriansyah

PK Online – Mewakili Gubernur, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara, H Suriansyah mengajak para stakeholder untuk memikirkan langkah strategis pengembangan pendidikan.

Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Teknis Pendidikan dan Sosialisasi Penyelenggaraan Wajib Belajar di Gedung Gabungan Dinas-Dinas (Gadis), Rabu (30/06)

Dikatakannya, peran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara dalam peningkatan mutu pendidikan harus didukung oleh kabupaten/kota sebagai pilar pembangunan provinsi.

Baca Juga:  Zainal-Yansen Didoakan Santri Ponpes Fatimah Az Zahra Tanjung Selor

“Maka dari itu, kami berharap adanya sinergi antara Pemprov Kaltara dengan kabupaten/kota untuk saling berdiskusi dan mencari solusi guna mengatasi kendala dan hambatan yang ada di bidang pendidikan,”kata Sekprov.

Beberapa pembahasan tersebut meliputi, proses persiapan pembelajaran tatap muka (PTM). Di mana pelaksanaan PTM itu hanya memperkenankan peserta didik datang ke sekolah sebanyak dua kali dalam seminggu.

“Dengan durasi kehadiran siswa di sekolah dibatasi maksimal dua jam pada setiap tatap muka dengan jumlah 25 persen dalam tiap sesi pembelajaran,” kata Suriansyah.

Baca Juga:  Temu Puisi oleh UPT Taman Budaya Kaltara, Bangkitkan Geliat Literasi Seniman Benuanta di Tengah Pandemi

Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban psikologi peserta didik dan orang tua yang selama satu tahun lebih tidak dapat beraktifitas di sekolah sebagai pemantapan kebiasaan siswa pada kepatuhan protokol kesehatan.

Pandemi Covid-19 seakan memberikan gambaran atas kelangsungan dunia pendidikan di masa depan melalui bantuan teknologi.

Namun, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran para tenaga pendidik dan interaksi belajar antara pelajar dan pengajar, sebab edukasi hanya sekadar memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang nilai kerjasama, serta kompetensi,”katanya.

Karena itu, situasi pandemi Covid-19 menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi semua untuk menanamkan kebiasaan menjadi pembelajar mandiri. Tidak hanya untuk siswa dan orang tua.

Baca Juga:  Pemprov Bersama Baznas Luncurkan Gerakan Kaltara Cinta Zakat dan Wakaf

“Ini juga menjadi tantangan para tenaga pendidik dalam memberikan edukasi di mana guru perlu memastikan peserta didiknya paham terhadap materi yang disampaikan,”jelasnya. (adpim)

Editor: Muhammad Syukri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here