Positif COVID-19 Melonjak di Nunukan, Belajar Tatap Muka Ditunda

Perang Terhadap Narkoba
Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid

PosKaltara.co.id – Lonjakan positif COVID-19 di Kabupaten Nunukan, Kaltara sejak pertengahan Desember 2020, maka pemerintah daerah setempat menunda pelaksanaan belajar tatap muka yang semula direncanakan awal Januari 2021.

Penundaan ini berdasarkan hasil koordinasi dengan instansi terkait termasuk Satgas Penanganan COVID-19 untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus korona di sekolah-sekolah.

“Kami sudah koordinasi dengan instansi terkait termasuk Satgas Penanganan COVID-19 Nunukan maka dengan ini kita sepakati menunda dulu pelaksanaan belajar tatap muka karena adanya lonjakan positif COVID-19 akhir-akhir ini,” terang Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid di Nunukan, Selasa (5/1).

Sebenarnya Pemkab Nunukan telah mempersiapkan pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah-sekolah sejak Desember 2020 tetapi kondisi yang tidak memungkinkan akibat lonjakan positif maka terpaksa ditunda dulu sambil memperhatikan perkembangan dua pekan ke depan.

Baca Juga:  Sekdakab Nunukan Dampingi BNPP Kunjungi Sungai Ular dan Sebatik

Setelah itu, Pemkab Nunukan akan mengevaluasi kembali sesuai dengan ketentuan dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19.

Surat Edaran Mendikbud ini menyebutkan Pemerintah Daerah menentukan layak atau tidaknya dilaksanakan belajar tatap muka di daerahnya. “Sebenarnya Pemkab Nunukan sudah mempersiapkan segala sesuatunya (SOP) yang harus dilakukan namun adanya lonjakan positif COVID-19 ini makanya solusinya ditunda,” ucap Laura sapaan Bupati Nunukan.

Perihal peluang digelar belajar tatap muka per kecamatan dengan memperhatikan penyebaran COVID-19, Laura menyatakan sepatutnya seperti itu dengan melaksanakan belajar tatap muka pada kecamatan zona hijau. Tetapi tidak tertutup kemungkinan juga, pergerakan penduduk antar kecamatan ini sulit dihindari sehingga tetap dianggap rawan terjadinya penyebaran virus korona ini.

Baca Juga:  Cegah COVID-19, Bupati Nunukan Ajak Masyarakat Tak Ragu Divaksin

“Jadi kita tetap memperhatikan tren yang terjadi karena pada dasarnya kita akan tetap kembali pada wilayah masing-masing yakni per kecamatan melaksanakan belajar tatap muka,” ungkap dia. Sesuai SE Mendikbud yang terbaru ini, kepala daerah yang meng-SK-kan kecamatan yang bisa menggelar belajar tatap muka tersebut.

Hanya saja, ketika belajar tatap muka berlangsung tiba-tiba di kecamatan tersebut terdapat positif COVID-19 maka tentunya harus dihentikan guna mencegah murid-murid terpapar. Sebab, anak-anak ini sangat rentan terjangkit virus korona.

Menanggapi terjadinya kejenuhan bagi guru-guru dan anak sekolah melakukan belajar di rumah, Laura katakan memang sangat terasa tetapi Pemkab Nunukan tidak bisa berbuat apa-apa karena penularan virus korona tahap kedua ini lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga:  BNPP Monitor Progres Pembangunan PLBN Terpadu Labang

“Sebenarnya kecamatan yang zona hijau sudah bisa belajar tatap muka tetapi kita harus melihat juga nanti hasil evaluasi camat beserta komite sekolah dan guru seperti apa dan harus ada telaahnya sebagai dasar bagi Bupati untuk mengambil keputusan,” kata Laura.

Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here