Perusahaan di Nunukan Butuhkan Ribuan Pekerja

RDP Komisi III DPRD Nunukan Dengan DPUPR
Suasana RDP Dinas PUPR dengan Komisi III DPRD Nunukan, Selasa (16/3)

Pos-Kaltara.co.id – Rapat dengan pendapat Komisi III DPRD Nunukan dengan mitranya terungkap dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nunukan bahwa perusahaan masih membutuhkan ribuan pekerja.

Salah satunya perusahaan kelapa sawit yang membutuhkan pekerja khusus untuk pemerik buah yang mencapai 4.000 orang.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nunukan, Abdul Munir pada Rabu (17/3).

Ia mengatakan banyaknya lowongan lapangan kerja di perkebunan kelapa sawit ini membuka peluang bagi siapa saja yang berminat.

“Ribuan pekerja yang dibutuhkan ini khusus bagian kebun yakni petik buah (penombak) saja,” beber Munir. Sementara pekerja lokal Kabupaten Nunukan tidak terlalu berminat dengan peluang kerja seperti itu.

Baca Juga:  Pemkab Nunukan Tak Konsisten Terhadap Pembayaran Media, Diduga Ada Konspirasi

Abdul Munir mengakui kesulitan memenuhi permintaan perusahaan kelapa sawit disebabkan semakin banyaknya lowongan pekerjaan yang terbuka di daerah lainnya. Bahkan tujuan utama lebih banyak masih menuju Negeri Sabah, Malaysia yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nunukan.

Kebutuhan pekerja hingga ribuan orang ini, kata dia, menjadi peluang bagi orang-orang yang masih mampu bekerja berat dengan upah yang disesuaikan dengan UMK (upah minimum kabupaten) sebesar Rp3.082.000 per bulan.

Bahkan, kata Kadisnakertrans Nunukan ini, perusahaan juga bersedia membayar kelebihan waktu kerja (overtime) atau menggunakan sistim borongan. Disnakertrans Nunukan senantiasa memfasilitasi pekerja bersama perusahaan dengan membuat kontrak kerja disesuaikan dengan upah UMK.

Baca Juga:  Atasi Blankspot di Nunukan, Kemkominfo akan bangun 144 VSAT pada 2021

“Jadi perusahaan disini khususnya perusahaan kelapa sawit selalu berkoordinasi masih kekurangan pekerja. Semua pekerja yang dibutuhkan itu mencapai 4.000-an orang,” sebut Abdul Munir. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here