Pemkab dan FKPD Nunukan Jemput Pemulangan 8 WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Penjemputan 8 WNI yang Ditahan Polisi Malaysia
Serfianus beserta tokoh adat menjemput delapan warga Nunukan yang sempat ditahan oleh Polisi Malaysia, Rabu (17/2)

Pos-Kaltara.co.id – Kedatangan delapan warga Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan yang ditanagkap aparat kepolisian Malaysia akhirnya dipulangkan setelah dilakukan negosiasi antara Pemkab Nunukand an Konsulat RI di Tawau.

Pemulangan kedelapan WNI ini menggunakan kapal cepat Jenis Sea-Rider milik TNI AL dan dijemput oleh Sekdakab Nunukan Serfianus dan pejabat dari FKPD setempat di Pelabuhan Lamijung Kelurahan Nunukan Barat pada Rabu 17 Februari 2021.

Kedelapan WNI tersebut ditangkap kepolisian Malaysia saat hendak menuju Sungai ULar Kecamatan Seimenggaris pada Selasa, 9 Februari 2021.

Pada saat penjemputan, Sekretaris Daerah Serfianus mengucapkan terima kasih atas kerja sama dari Pemerintah Malaysia, khususnya Polis Marin Malaysia serta KRI Tawau serta para LO dari Kepolisian maupun TNI yang telah memfasilitasi pemulangan warga Kabupaten Nunukan yang ditahan di Malaysia beberapa Waktu yang lalu.

Baca Juga:  KPU Nunukan Gelar Debat Cabup-Cawabup Pada Nopember

” Semoga kerjasama ini dapat ditingkatkan lagi, secara khusus karena kita ini di daerah sempadan”, ujar Serfianus.

Setiba di Dermaga PLBL Lamijung Nunukan ke delapan warga Kabupaten Nunukan inipun disambut dengan ritual adat Dayak Agabag dengan tujuan untuk kembali memulihkan semangat warga yang telah ditahan sejak tanggal 9 Februari 2021.

Dalam kesempatan itu, Bajib Misak, perwakilan warga yang ditahan menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pemerintah Daerah, KRI Tawau dan LO Kepolisian serta LO TNI di KRI Tawau yang telah bekerja sangat baik dan memberikan pelayanan yang maksimal selama mereka berada di Tawau.

Baca Juga:  1.457 Nakes di Nunukan Selesai Divaksin

Bajib mengaku setiba di Tawau perlakuan pemerintah Malaysia dinilai baik, bahkan istri nya yang sedang sakit-pun dibawa dan dirawat dengan baik di Hospital ( Rumah Sakit), demikian juga halnya dengan upaya yang dilakukan KRI Tawau yang dinilainya sangat maksimal dalam menjaga warga yang ditahan.

Dalam keterangannya saat wawancara dengan pers, Sekda Serfianus menyampaikan pemerintah Daerah sudah mengambil langkah taktis untuk mengantisipasi agar kejadian ini tidak kembali terulang.

” Pemerintah Daerah sudah mengeluarkan surat edaran agar Speedboat dengan rute Sungai Ular – Nunukan maksimal beroperasi hingga pukul 5 sore”, ujar Serfianus.

Langkah selanjutnya Pemerintah Daerah juga telah bersurat agar dapat dibangun pos keamanan gabungan pada daerah yang sering ada kejadian. Namun demikian dikarenakan hal ini sudah menyangkut hubungan dua negara yang menjadi kewenangan pemerintah pusat maka usulan ini perlu dibicarakan ke tingkat yang lebih tinggi.

Baca Juga:  SEPAKAT, Semua OPD Ditarget Gabung Awal 2022

Terkait dengan hal tersebut, Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Nonot Eko Febrianto, SE., CTMP pada kesempatan ini juga menjelaskan bahwa merujuk pada hukum laut internasional bahwa apabila ada perbatasan dalam bentuk perairan berbentuk sungai ataupun laut yang dibatasi oleh dua daratan dari masing – masing kedua negara maka itu dibagi dua. (Humas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here