Pemda Diminta Perkuat Pelacakan Kasus COVID-19 Dari Luar Negeri, Kenapa?

Pelacakan Kasus COVID-19 Dari Luar Negeri
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Pos-Kaltara.co.id – Berdasarkan pengalaman, setelah libur panjang selalu ada kenaikan kasus positif COVID-19 hingga 90 persen. Oleh karena itu,  pemerintah bergegas menyiapkan kapasitas tempat tidur bagi pasien COVID-19, baik ruang isolasi maupun ICU.

Secara nasional, total tempat tidur ruang isolasi tersedia 70 ribu. Saat ini ruang isolasi terisi hingga 20 ribu (hampir 30 persen).

Untuk mengatasi penyebaran virus korona setelah lebaran, Pemda Harus Perkuat Pelacakan Kasus Positif

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau seluruh aparat pemerintah daerah (pemda), satgas COVID-19 serta TNI/Polri di daerah agar terus memperkuat pelacakan kasus positif di tengah-tengah masyarakat khususnya kepada warga yang baru saja tiba dari luar negeri.

Hal ini dikemukakan dalam telekonferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Mei 2021 dikutip dari VOA Indonesia, Rabu, 19 Mei 2021.

Pada pekan lalu, kata Menkes, ditemukan dua kasus dengan varian baru virus corona di Jawa Timur masing-masing dari Afrika Selatan dan Inggris. Kedua orang ini merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru tiba dari Malaysia.

“Penularan dari varian baru ini lebih tinggi. Oleh karena itu, yang harus kita lakukan sebagai rakyat biasa adalah pastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik, terutama memakai masker. Untuk kita sebagai kepala daerah, kepala RT, lurah, Kapolda, Pangdam, Gubernur tolong pastikan protokol PPKM Mikro dijalankan sebaik-baiknya, demikian juga testing dan tracing-nya,” pinta Budi.

Baca Juga:  FKUI Yakin Pemerintah Berikan Solusi

Ia berharap seluruh aparat di daerah bisa melakukan testing sesuai standar WHO yaitu setiap unit terkecil harus bisa melakukan tes swab PCR minimal satu per 1.000 orang setiap minggu kepada orang yang terduga positif, maupun orang yang kontak erat dengan pasien positif COVID-19.

Vaksinasi Harus Utamakan Lansia

Mantan Wakil Menteri BUMN ini mengingatkan pemda untuk segera melakukan vaksinasi massal COVID-19 kepada masyarakat lanjut usia (lansia).

Menurutnya, selama ini tingkat vaksinasi lansia yang paling tinggi hanya ada di DKI Jakarta dan Bali.

Baca Juga:  8 Jenis Makanan Bisa Tingkatkan Stamina Pria, Mau?

“Tolong pastikan vaksinasi ditingkatkan lagi, diperbanyak lagi, terutama untuk para lansia karena merekalah yang paling rentan. Kemungkinan mereka masuk rumah sakit tinggi, fatality ratenya tinggi,” ungkap Budi.

– Tren Kasus Aktif COVID-19 Naik

Pada kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan ada 15 provinsi yang mengalami kenaikan kasus aktif COVID-19 pasca lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Provinsi-provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bangka, Belitung, DKI Jakarta, Maluku, Banten, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Airlangga mengatakan terjadinya lonjakan positif COVID-19 ini akibat dari meningkatnya mobilitas masyarakat pada saat libur lebaran di tempat wisata di wilayah zona risiko sedang dan tinggi. Meski demikian, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) secara nasional dinilai masih cukup rendah yakni 29 persen.

Baca Juga:  100 Senjata Berhasil Diamankan Oleh Satgas Pamtas Yonarmed 6/3 Kostrad Menjadi Kado Termanis Bagi Ulang Tahun Yonarmed 6/3 Kostrad Ke-65.

Adapun beberapa provinsi yang tingkat BOR-nya naik yaitu Sumatera Utara (57 persen), Riau (52 persen), Kepulauan Riau (49 persen), Sumatera Barat (49 persen), Sumatera Selatan (47 persen), Bangka Belitung (45 persen) Jambi (43 persen) dan Lampung (28 persen).

Oleh karena itu, Pemerintah pusat mengarahkan pemda untuk segera menutup tempat wisata yang dipadati masyarakat agar tidak terjadi kerumunan. “Seminggu sebelum lebaran dan empat hari weekend pada saat lebaran kenaikannya 38-100 persen, terutama di Jakarta, Subang, dan Pangandaran,” ungkap Airlangga.

Meski dilarang mudik, tercatat sekira 1,5 juta orang yang meninggalkan DKI Jakarta dalam periode sebelum peniadaan mudik lebaran tahun ini. (***)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here