Pelantikan/Pengambilan Sumpah CPNS, Bupati Nunukan: Jaga Citra ASN

POS KALTARA.CO.ID – Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji terhadap ratusan calon PNS di lingkungan Pemkab Nunukan dilangsungkan secara virtual. Hanya dihadiri perwakilan CPNS yang ditunjuk akibat wabah COVID-19.

Pada kesempatan itu, Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid mengungkapkan salah satu pesannya kepada CPNS yang baru dilantik agar senantiasa menjaga citra dan nama baik ASN.

Jumlah CPNS yang disumpah dan dilantik sebanyak 221 orang dari formasi yang lulus pada perekrutan tahun anggaran 2018. Tapi, hanya dihadiri enam perwakilan sekaligus menerima SK pengangkatannya.

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji sekaligus penyerahan SK pengangkatan ini berlangsung di Lantai IV Kantor Bupati Nunukan pada Kamis, 23 April 2020.

Laura juga menyampaikan bahwa, pelantikan dan pemgambilan sumpah/janji bagi CPNS kali ini berbeda dari biasanya karena adanya wabah COVID-19. Dimana tidak bisa menghadirkan seluruh peserta untuk menghindari dampak dan bahaya yang lebih luas.

Bupati Nunukan menyatakan, pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji ini berdasarkan Surat Edaran Kepala BKN Nomor: 10/SE/IV/2020 Tentang Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji PNS atau Sumpah Janji Jabatan Melalui Media Elektronik/Teleconference Pada Masa Status Keadaan Darurat Bencana Tertentu.

“Pelaksanaannya sah karena sesuai dengan surat edaran Kepala BKN tersebut,” ujar dia usai melantik dan mengambil sumpah/janji sekaligus menyerahkan SK kepada keenam perwakilan CPNS yang dihadirkan.

Baca Juga:  Terima Bantuan Dari Kemen PUPR, Bupati Nunukan Ucapkan Terima Kasih

Ada beberapa pesan yang disampaikan Bupati Nunukan kepada PNS yang baru menerima SK yakni, agar melaksanakan tugas dengan baik dimanapun ditempatkan, jaga citra dan nama baik ASN.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS di Nunukan
Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid (kiri) menyerahkan SK kepada perwakilan PNS yang baru dilantik di Lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Kamis (23/4). Foto: Humas Pemkab Nunukan/POS KALTARA.CO.ID

Kemudian, harus menjaga nama baik Pemerintah Daerah dengan menjalankan tugas dengan baik terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Mengingat masih adanya keluhan masyarakat tentang lambatnya respon ASN dalam pelayanan.

“Oleh karena ini melalui kesempatan yang baik ini kembali saya sampaikan pesan agar jangan pernah mengecewakan masyarakat. Jadilah abdi negara yang peduli, responsif, cepat, dan tangkas dalam melayani masyarakat”, pinta Laura.

Selama penerapan “work from home”, atau  WFH, Bupati Nunukan berpesan bagi tenaga pendidik agar tetap harus melaksanakan tugas proses belajar mengajar dari rumah, tentunya dengan menggunakan peralatan teknologi informasi.

Ia mengharapkan, pelaksanaan WFH dilakukan dengan penuh tanggung jawab, tetap mengontrol aktivitas anak murid dan siswa, memberikan bimbingan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Bagi tenaga kesehatan, Laura menyampaikan apresiasinya yang tinggi atas kinerjanya sebagai pilar terdepan dalam penanganan mewabah virus corona.

“Bekerja dengan ikhlas, jaga kesehatan dengan baik, senantiasa menjaga diri dengan menggunakan APD dan melayani sesuai dengan protokol khususnya yang terkait dengan penanganan COVID-19 ini, Insya Allah, semuanya bisa berjalan baik, diberikan kesehatan dan perlindungan dan badai ini segera berlalu”, urai dia.

Baca Juga:  Buka Puasa Bersama Bupati Kabupaten Nunukan

PNS yang baru dilantik dan diambil sumpah dan janjinya mengingatkan secara otomatis telah terikat dengan sejumlah aturan yang harus dipatuhi.

Bupati Nunukan menggambarkan pada 2019 dan 2020 ada sejumlah kasus yang menimpa ASN akibat tidak mematuhi aturan kepegawaian dengan berbagai sanksi. Mulai dari hukuman disiplin ringan, sedang dan ada pula hukuman disiplin berat berupa pemberhentian baik dengan hormat maupun dengan tidak hormat.

“Selain itu ada juga dihukum terkait pelanggaran etika yaitu mengumumkan didepan orang banyak, di depan peserta upacara atau apel bahwa yang bersangkutan sudah melakukan pelanggaran etika”, tambah Bupati Nunukan.

Ia menegaskan, penegakan aturan itu semata-mata untuk mendisiplinkan ASN di dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai abdi masyarakat.

“Apa yang menjadi hak dan kewajiban PNS semua sudah tertuang di dalam UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN dan PP nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS, serta undang – undang yang mengatur tentang tenaga kesehatan, tenaga kependidikan, dan guru,” ungkap Laura.

“Bacalah dan pelajari regulasi yang ada tersebut, pahami baik-baik agar tidak keliru di dalam melaksanakan tugas dan fungsinya nanti”, harap dia.

Baca Juga:  KPU Nunukan Tetapkan Nomor Urut Cabup-Cawabup

Di tengah pandemi COVID-19 ini, Laura berpesan agar segenap PNS dan ASN tetap menjaga diri dan keluarga dari bahaya penularan virus ini.

Senantiasa menjaga kebersihan, lakukan social distancing dengan menghindari kerumunan dan physical distancing dengan menjaga jarak, memakai masker bila keluar rumah serta tidak bekerja di luar rumah.

“Mari membantu tenaga kesehatan dengan tetap stay at home atau tetap tinggal di rumah. Senantiasa mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin agar memiliki daya tahan tubuh yang kuat,” kata dia.

Selanjutnya jangan lupa berdoa kepada Sang Khalik sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam mencegah dan menghindari terkena virus corona, tekan Bupati Nunukan ini.

Setelah resmi menyandang status PNS maka segala ketentuan berkaitan dengan hak-haknya yang diatur dalam Peraturan Bupati tentang Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) layak diterima.

“Saudara berhak untuk mendapatkannya hak-hak selaku PNS kiranya apa yang saudara terima itu menjadi penyemangat dan berupayalah terus tingkatkan kualitas kerja dan pelayanan saudara”, imbuh Laura.

Data dari BKPSDM Kabupaten Nunukan bahwa 221 PNS yang dilantik terdiri dari tenaga kesehatan dan kependidikan. (ir)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here