POS KALTARA.CO.ID – Kedatangan ratusan TKI deportasi di tengah pandemi COVID-19 pada Rabu (3/6) menjadi perhatian tersendiri bagi Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid dengan  meninjau kesiapan di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Didampingi Kepala Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, Kombes Pol Viktor Hotma Sihombing mengelilingi terminal pelabuhan untuk melihat langsung kondisi kesiapan sarana prasarana yang dimiliki tim gugus tugas COVID-19.

Pemulangan 240 TKI yang bekerja di Negeri Sabah Malaysia ini merupakan kedua kalinya selama pandemi COVID-19.

Sebelumnya, sebanyak 111 WNI yang dipulangkan karena terjebak wabah COVID-19 saat berkunjung ke negeri bagian Malaysia bagian timur itu.

Baca Juga:  Malaysia Tertarik Berinvestasi di Kaltara

Setelah Pemerintah Malaysia memberlakukan Pembatasan Kawalan Pergerakan (PKP) sejak pertengahan Maret 2020.

Pemulangan 240 WNI kali ini, diangkut dari Pelabuhan Tawau Negeri Sabah dalam dua tahap.

Tahap pertama tiba pada Rabu pagi sekira pukul 10.30 wita dan kedua pada hari yang sama sekira pukul 15.00 wita.

Untuk memastikan kesiapan kedatangan ratusan TKI ini berjalan dengan baik dan maksimal, maka Bupati Nunukan didampingi Kepala BP2MI Nunukan Kombes Pol Hotma Victor Sihombing  meninjau langsung di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Persiapan yang dimaksudkan antara lain sarana dan prasarana, tempat pemeriksaan kesehatan (wawancara, pemeriksaan suhu, dan rapid test, dan pemeriksaan gejala COVID-19).

Baca Juga:  Menyongsong New Normal, Pemilik Usaha Teken Komitmen Patuhi Protokol Kesehatan

Laura sapaan Bupati Nunukan menyatakan, bagi deportan yang berasal dari daerah lain di luar Kaltara dan Sulsel akan diisolasi di Rusunawa Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan.

Sedangkan TKI asal Sulsel langsung dipulangkan ke kampung halamannya menggunakan KM Thalia tujuan Pelabuhan Nusantara Parepare, Sulsel.

KM Thalia berangkat ke Parepare pada Rabu malam (3/6). (ir/TZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here