Nunukan Zona Merah, Pemkab Nunukan Tiadakan Kegiatan

Positif COVID-19 di Nunukan Bertambah
Foto: Satgas Penanganan COVID-19 Nunukan

PosKaltara.co.id – Satgas Penanganan COVID-19 mengakui lonjakan daerah zona merah cukup tinggi termasuk dua kabupaten/kota di Provinsi Kaltara yakni Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan.

Untuk itu disarankan kepada pemerintah daetah masing-masing agar melakukan langkah-langkah antisipasi atau pencegahan agar penyebaran virus korona dapat diputus mata rantainya.

Pemerintah Kabupaten Nunukan sendiri, telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Pada Tempat-Tempat Usaha. Untuk mewujudkan langkah pencegahan di Kabupaten Nunukan, pemerintah daerah setempat meniadakan aktivitas yang dapat mengundang kerumunan massa.

“Untuk sementara ini tidak ada kegiatan Pemkab Nunukan guna menghindari kerumunan,” ungkap Kabag Humas dan Protokol Pemkab Nunukan, Hasan Basri pada Rabu, 13 Januari 2021.

Baca Juga:  Bupati Nunukan Resmikan 8 Gedung Belajar Baru

Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid maupun Wakil Bupati Nunukan H Faridil Murad serta organisasi perangkat daerah (OPD) dianjurkan tidak melakukan aktivitas yang mendatangkan banyak orang.

Kembali pada Surat Edaran Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Nunukan, seluruh pemilik usaha agar membatasi kegiatan hanya sampai pukul 19.00 Wita mulai sejak 11-25 Januari 2021.

Kelompok usaha yang berpotensi mendatangkan massa adalah warung makan, restoran, cafe, pub, karaoke, tempat wisata, diskotik dan kegiatan masyarakat lainnya seperti pernikahan, selamatan, aqiqah, perayaan ulang tahun dan lain-lainnya.

Baca Juga:  Peringati Kemerdekaan RI Ke-76, DPRD Nunukan Titip Pesan Untuk Presiden RI

Jumlah positif COVID-19 di Kabupaten Nunukan per 13 Januari 2021 sebanyak 798 orang, 230 masih dirawat, 560 sembuh dan delapan yang meninggal dunia.

Penyebaran virus korona sendiri di daerah ini sampai sekarang terjadi pada tujuh kecamatan yakni lima kecamatan di Pulau Sebatik dan dua kecamatan di Pulau Nunukan.

Sebelumnya Kecamatan Sembakung di perusahaan pertambangan PT MIP tetapi semuanya sudah sembuh setelah menjalani isolasi mandiri. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here