POS KALTARA.CO.ID – Kabupaten  Nunukan, Kalimantan Utara berencana mengikuti kebijakan Pemerintah soal “new normal” maka pemerintah daerah mulai mematangkan persiapan.

Terutama berkaitan dengan kebutuhan dan kemampuan dalam menghadapi segala kemungkinan yang bakal dialami nantinya.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nunukan, Aris Suyono di Nunukan menanggapi perihal pemberlakuan kebijakan baru Pemerintah tersebut selama masih pandemi COVID-19 ini.

Aris menyatakan, Tim Gugus Tugas bersama pemda serta instansi terkait telah menggelar pertemuan membahas masalah rencana “new normal” ini.

Dalam pertemuan itu, dibicarakan perihal segala bentuk kebutuhan dan kemampuan terutama kondisi per wilayah dan fasilitas kesehatan.

Baca Juga:  Kawasan Wisata Batu Lamampu Kotor dan Fasilitas Belum Memadai

Mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pemetaan wilayah terlebih dahulu diperlukan adanya perubahan zona Kabupaten Nunukan. Guna memastikan kondisi zona setiap wilayah atau per kecamatan.

Saat ini, jelas Aris, Kabupaten Nunukan masih berstatus zona merah penularan COVID-19. Walaupun sebenarnya telah bisa berubah berdasarkan kriteria yang telah dipenuhi. Bocoran yang diperoleh sudah bisa berstatus zona kuning.

“Kita akan petakan dulu per wilayah. Kemungkinan lain bisa dilakukan pemetaan per kecamatan,” ungkap dia pada press realese di Sekretariat Tim Gugus Tugas COVID-19 pada Jumat, 29 Mei 2020.

Namun perlu diketahui masalah kondisi zona penularan COVID-19 setiap kecamatan.

Baca Juga:  Semangat HUT Ke-76 RI, Wabub Nunukan: Mari Hormati Perjuangan Pendahulu

Skema lain yang terungkap pada pertemuan lintas sektoral tersebut adalah masalah kesiapan fasilitas kesehatan. Ketika pada saat “new normal” terdapat warga yang terdeteksi positif COVID-19.

Menurut Aris, tentunya akan dilakukan tracking atau penelusuran dengan kontak eratnya sehingga dibutuhkan kesiapan fasilitas isolasi dan perawatan.

Aris menyebutkan, secara teknis kesehatan Kabupaten Nunukan telah menyelesaikan analisis persyaratan untuk menjalankan era “New Normal”.

Hasilnya, telah memenuhi sejumlah syarat yakni, angka reproduksi efektif (Rt) COVID-19 sudah di bawah 1, secara epidemiologi sudah masuk zona aman.

Baca Juga:  Hasil Rapid Tes, Dua TKI Bermasalah dari Malaysia Terdeteksi Reaktif

Capaian program pantau kesehatan lansia (pankesia) sampai kini sudah mencapai 56,3 % yaitu 3.384 lansia dari 6.013 ril sasaran. (TZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here