Nunukan Lelang 35 Proyek Fisik, 11 Paket Dibiayai APBD

POS KALTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Nunukan telah melelang 35 proyek berbentuk fisik, 11 paket merupakan proyek tertunda yang dibiayai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Kemudian sisanya adalah paket proyek dana alokasi khusus (DAK) dan dana insentif daerah (DID) tahun anggaran 2020.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Nunukan, Hasan Basri pada Sabtu malam (9/5) mengakui, pelelangan sengaja di lakukan sebelum merebaknya wabah COVID-19 karena sifatnya urgen.

Berkaitan dengan harkat dan kebutuhan masyarakat khususnya di Krayan dan wilayah III lainnya. Maupun proyek-proyek yang tertunda tahun anggaran sebelumnya.

Ia mengaku, memang ada SKB Mendagri dan Menkeu soal pelarangan lelang barang dan jasa di tengah-tengah pandemi covid-19. Tetapi proyek tersebut baik bersumber dari DAK, DID dan APBD telah dilakukan sebelum ada surat edaran dan Menteri Keuangan Nomor : S-247/MK.07/2020 tentang Penghentian Proses Pengadaan Barang dan Jasa DAK Fisik TA 2020.

Baca Juga:  Banyak Sekolah Minta Belajar di Kelas, Satgas COVID-19 Hanya Izinkan 14 Sekolah

Hasan Basri juga menanggapi adanya isu yang berhembus di tengah-tengah masyarakat bahwa ada 33 paket proyek yang sudah dilelang. Anggapan itu salah, tapi ada 35 paket.

Dari 35 paket yang dimaksudkan, terdapat 10 kegiatan berasal dari DAK bidang kesehatan dan pendidikan dengan nilai anggaran Rp30,8 miliar.

Kemudian, 14 paket kegiatan yang dibiayai  dari Dana Insentif Daerah (DID) dengan anggaran senilai Rp17,5 miliar yang juga tidak bisa ditunda pelaksanaanya.

Sisanya, 11 paket kegiatan yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Nunukan senilai kurang lebih Rp25,2 miliar.

Hasan Basri menjelaskan, dari 11 paket kegiatan APBD itu, 4 diantaranya sudah dilelang pada bulan Januari 2020-Maret 2020.

Atau sebelum terbit Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendagri dan Menteri Keuangan Nomor : 119/2813/SJ dan Nomor : 117/KMK.07/2020 yang mengatur tentang Percepatan Penyesuaian APBD Tahun 2020 Dalam Rangka Penanganan COVID-19 serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional.

Baca Juga:  30 Warga Terima Ijazah Paket A Sembelih Sapi Tanda Syukur

“Tidak ada pelanggaran dalam proses lelang proyek ini karena SKB Menkeu dan Mendagri terbit setelah dilakukan pelelangan,” ujar dia menanggapi adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan Pemkab Nunukan dalam proses lelang proyek barang dan jasa tersebut.

Pelelangan empat paket proyek yang dibiayai APBD Nunukan dilakukan pada Maret 2020.

Dua paket proyek diantaranya kegiatan yang sangat urgen adalah belanja subsidi ongkos angkut barang via sungai dan udara. Proyek ini berhubungan langsung dengan harkat dan kebutuhan hidup orang banyak khususnya lima kecamatan di Krayan untuk subsidi angkutan udara dan wilayah III untuk subsidi angkutan sungai.

“Kalau proyek subsidi angkutan udara dan sungai memang tidak bisa ditunda karena berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat di Krayan dan wilayah III,” beber Hasan.

Pemkab Nunukan sengaja melelang lebih awal kedua proyek ini karena menyangkut kepentingan pengakutan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah itu.

Baca Juga:  Gelar Safari Ramadhan, Bupati Inginkan Ukuwah Islamiyyah Terjalin Indah

Sementara 5 paket kegiatan lainnya yang dibiayai APBD dengan nilai Rp7,9 miliar adalah proyek lama yang telah beberapa kali tertunda.

Kelima paket tersebut adalah Peningkatan Jalan Sekikilan – Kalun Sayang – Salang,  peningkatan Jalan Panamas Menuju Simpang Tiga Lapas, peningkatan jalan menuju Kantor Lurah Nunukan Timur, dan peningkatan jalan Mambunut menuju Kampus STIT.

Hasan juga menyampaikan bahwa proyek-proyek ini adalah aspirasi masyarakat yang sudah berkali-kali disampaikan kepada pemerintah dan DPRD.

Ia menekankan, proses lelang paket-paket kegiatan ini tidak menyalahi SKB Mendagri dan Menkeu tersebut di atas.

Mengenai anggaran penanganan COVID-19 sendiri, dia mengatakan, Pemkab Nunukan telah melaksanakan realokasi pada hampir semua OPD hingga bagian-bagian. Kecuali anggaran rutin yang tidak dipangkas. (ir/rs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here