Meski Pandemi Covid-19, Ketersedian Pangan Kabupaten Nunukan Tetap Stabil

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, Senin (19/07). Foto: Poskaltara

PK Online – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan Masniadi mengungkapkan ketersediaan pangan untuk saat ini masih stabil.

Ia mengungkapkan selama masa pandemi Covid-19 ini dan dengan perberlakuan pembatasan kegiatan, sejumlah warga giat bertani.

“Masa sekarang ini, kita melihat adanya giat di pertanian. Ini disebabkan adanya pembatasan kegiatan dan mobilisasi serta penutupan pelabuhan kapal-kapal,” kata Masniadi di ruang kerjanya pada Senin (19/07).

Dipahami bahwa sentra produksi utama untuk Kabupaten Nunukan adalah kelapa sawit sehingga sebagian besar kebutuhan pangan didatangkan dari Sulawesi, Surabaya dan Malaysia.

Baca Juga:  Pandangan Umum Fraksi DPRD Nunukan Pasca Nota Pengantar Pemda

Untuk pemenuhan kebutuhan pangan dari diri sendiri (lokal) saat ini terpenuhi hingga 39% namun ia mengungkapkan masih menunggu hasil pelaporan PSPA terbaru.

“Sekarang kita masih bisa penuhi sekitar 39% dan sisanya kebanyakan di datangkan dari Malaysia, Sulawesi dan Surabaya. Sementara ini, kita masih menunggu laporan PSPA yang baru” katanya kepada awak media.

Selain itu, lanjut Masniadi, petani di Kabupaten Nunukan ini beragam. Usaha petani tidak saja dari padi-padian tapi juga rumput laut dan berdagang sehingga alternatif selain sawah itu banyak.

“Petani kita ini selalu melihat harga sehingga fluktuatif. Mana yang menguntukan mereka, itulagi yang mereka tekuni. Kalau harga rumput laut anjlok, mereka akan bertani tanaman pangan murni, demikian sebaliknya,” papar Masniadi

Baca Juga:  Bupati Nunukan Memberikan Bonus 54 Atlit Berprestasi

Ditanya mengenai produksi buah-buahan, ia menyebutkan kurangnya permohonan dari kelompok tani serta ketersediaan lahan yang tidak sesuai kultur teknisnya.

“Petani buahan-buahan ini biasanya mencampur tanam utama dengan tanaman lain yang tidak sesuai dengan kultur teknisnya sehingga hasilnya tidak maksimal,” katanya lagi. (***)

Penulis: Muhammad Syukri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here