Menindaklanjuti Instruksi Mendagri, Bupati Nunukan Perpanjang PPKM

Perpanjangan PPKM di Nunukan
Surat Edaran Perpanjangan PPKM di Nunukan

PK OnlineBupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2021 tertanggal 20 Juli 2021 dengan memperpanjang memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro mulai 20-27 Juli 2021 sehubungan dengan masih meningkatnya kasus Covid-19.

Perpanjangan PPKM tersebut dengan terbitnya Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM dan Pengetatan Pintu Masuk yang ditandangani oleh Bupati Nunukan selaku Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Nunukan pada 20 Juli 2021.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Nunukan, instansi vertikal, camat, lurah, kepala desa, pimpinan perusahaan, pelaku usaha dan masyarakat umum.

Baca Juga:  Terus Meningkat, Laura: Puskesmas Jangan Simpan Vaksin Covid-19

Alasan terbitnya surat edaran ini karena kasus positif masih tergolong tinggi sekaligus upaya pencegahan penyebaran virus korona terutana varian delta (Delta B.1.617.2) yang sudah terjangkit di daerahnya.

Bupati Nunukan meminta camat, lurah dan kepala desa agar mengoptimalkan posko penanganan virus korona di wilayah masing-masing dengan melaksanakan PPKM berbasis mikro dalam upaya pengendalian penyebaran virus korona.

Melalui surat edaran itu, Satgas Penanganan COVID-19 Nunukan berjanji tidak akan mengeluarkan rekomendasi untuk pelaksanaan kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan seperti resepsi pernikahan, aqiqah, pertandingan olahraga yang dihadiri penonton, game online yang mengumpulkan peserta.

Baca Juga:  19 Positif COVID-19 Baru di Nunukan, Dua Kasus Impor

Laura juga meminta pimpinan perusahaan agar mendaftarkan direksi, manajemen dan pekerja melalui program vaksinasi gotong royong dengan berkoodinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan.

Kemudian bagi pelaku usaha tetap diminta melayani pengunjung hanya sampai pukul 20.00 Wita dan setelahnya tidak dibenarkan makan di tempat atau melayani dengan sistim take away (bungkus) saja.

Ia juga menekankan kegiatan belajar mengajar tatap muka belum dapat dilaksanakan khususnya di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik karena masuk zona orange dengan penularan yang masih tergolong tinggi.

Sedangkan wilayah lainnya menyesuaikan dengan zonasi risiko covid-19 dimana seluruh guru dan tenaga pendidikan lainnya di sekolah bersangkutan telah mendapatkan vaksinasi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here