Lewat Samping, 48 TKI Dari Malaysia Diamankan Satgas pamtas

TKI Dari Malaysia
Satriani dan Natri, dua dari 48 Orang TKI non-prosedural. Rabu (14/07) Foto: Poskaltara

PK Online – 48 orang PMI (Pekerja Migran Indonesia) atau TKI (Tenaga Kerja Indonesia) kembali dari Malaysia melalui Pulau Sebatik ditangkap Satgas Pamtas Batalion Arhanud 16/SBC Kostrad pada Minggu (11/07) sekitar pukul 17.00 WITA.

Ke-48 TKI tersebut ditangkap karena tidak mengantongi dokumen lintas negara dan saat ini tengah menjalani karantina di rusunawa Nunukan sampai menerima hasil pemeriksaan swab antigen yang dilakukan pada Rabu (14/07).

Idul, salah seorang TKI yang tertangkap mengaku tidak mengantongi dokumen-dokumen penyeberangan lintas negara dan hanya membawa foto kopi pasport.

Baca Juga:  Warga Ingin Manfaatkan Lahan Ex OBP, BNPP: Segera Rapatkan dan Koordinasikan

“Kami menyeberang ke sini (Pulau Sebatik) tidak menggunakan pasport atau dokumen lainnya dan tertangkap itu hari minggu sekitar jam lima sore,”. Papar Idul saat ditemui redaksi poskaltara di kantin rusun Nunukan.

TKI non-prosedural
Idul (Baju Biru) bersama Saudara dan Rekan TKI Non-prosedural lainnyadi kantin Rusuawa Nunukan, Rabu (14/07). Foto: Poskaltara

Di tempat yang sama, Satriani ibu dari idul menyebutkan ingin segera sampai ke kampung halamannya di Kalimporo, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba Sulsel dan nekat masuk Pulau Sebatik bersama suami dan dua orang anaknya serta TKI lainnya.

Ia menyebutkan menyeberang dari tawau Malaysia menuju Pulau Sebatik melalui jalur laut dan masuk di Sungai Nyamuk dengan bantuan seorang pengurus bernama Binsar, Warga Nunukan dengan bayaran RM1000 perorang, atau setara Rp3.456.037(https://id.exchange-rates.org/converter/MYR/IDR/1000 diakses pada 14/07/2021).

Baca Juga:  Tidak Sesuai Kesepakatan, Dana Bantuan PSR Diduga "Singgah" Di Tempat Lain

“Kami bayar ke Binsar RM1000 perkepala dan untuk barang RM50 perkarung . Itu sudah masuk biaya berangkat dari Malaysia sampai di rumah” kata Satriani.

Ia menjelaskan melewati empat pos pengawasan di Malaysia dengan membayar RM150 perkendaraan. Namun naas, ia dan kelompok TKI lainnya bertemu Satgas Pamtas Batalion Arhanud 16/SBC Kostrad di Bukit Keramat, Kecamatan Sebatik Barat sebelum diungsikan ke Rusunawa Nunukan.

Kombes Pol Hotma Victor Sihombing melalui telepon seluler membenarkan 48 PMI diamankan oleh satgas pamtas.

“Iya, memang ada 48 PMI. Hanya saja, selama pandemi ini penanganannya dialihkan kepada BPBD,” Jelas Hotma.

Baca Juga:  Penandatanganan Naskah Penyerahan Pekerjaan Untuk TMMD ke-108/2020

Penulis: Muhammad Syukri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here