Laporan Pencemaran Nama Baik
Kuasa Hukum Paslon Bupati-Wakil Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali-Hendrik melaporkan salah satu akun FB di Polres Bulungan karena diduga mencemarkan nama baik, Kamis (22/10)

POS-KALTARA.CO.ID – Kuasa Hukum Calon Bupati dan Wakil Bupati Tana Tidung nomor urut 1 Ibrahim Ali-Hendrik melaporkan akun facebook KSN ke Polres Bulungan pada Kamis, (22/10).

Kuasa hukum paslon nomor urut 1 bertagline BERSIH ini, Bakri, SH mengatakan, laporannya terkait dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang diposting oleh salah satu akun di media sosial.

“Sesuai dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( TTE),” ungkap dia.

“Kami melapor ke Polres Bulungan untuk menjaga hak dan martabat saudara kami bapak
Ibrahim Ali yang di serang secara pribadi dan di muat di sosial media. Kami anggap tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya,” beber Bakri.

Baca Juga:  Ingin Perubahan di Kaltara, Warga Tana Tidung Siap Menangkan Zainal-Yansen

Jangan mengarahkan opini-opini serta persepsi di masyarakat ke hal-hal yang tidak baik, yang bisa berakibat terganggunya ketertiban dan ketentraman di dalam masyarakat khususnya di Tana Tidung, pinta dia.

Bakri menambahkan Tim Ibrahim Ali-Hendrik selalu terbuka kepada siapapun terkait kritikan dan masukan yang sifatnya membangun dan bermanfaat demi masyarakat Tana Tidung.

“Tapi kalau itu sudah melewati batas dan merugikan, kami juga tidak akan tinggal diam untuk melakukan proses hukum sesuai dengan aturan yang ada,”tegas dia.

Baca Juga:  Ibrahim Ali Sapa Warga Dengan Bersepeda

Melalui kuasa hukumnya, Ibrahim Ali-Hendrik mengharapkan kompetisi yang sehat dalam mengikuti pemilihan bupati di KTT.

“Mari berkompetisi yang sehat, tidak perlu saling menghujat dan mencari keburukan calon lain silahkan paparkan visi dan misi masing masing di medsos untuk mengambil simpatik
masyarakat,” harap dia.

Pada dasarnya pencemaran nama baik adalah sebuah tindakan atau sikap dengan sengaja menyerang nama baik atau menyerang kehormatan seseorang, agama Islam juga melarang umat untuk menyebarkan berita keburukan seseorang atau golongan tertentu walaupun itu terbukti, apa lagi menyebarkan berita yang tidak terbukti kebenarannya kare na itu akan menjadi fitnah.

Baca Juga:  Zainal A Paliwang Tiba di Nunukan Diiringi Lagu Indonesia Raya

“Mengenai kronologis perkara, kami serahkan sepenuhnya kepada Kepolisian (Polres Bulungan) terlebih dahulu untuk di usut dan di proses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,”pungkas Bakri. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here