Kampanye Cagub Zainal A Paliwang, Warga Sei Batang Curhat Kampungnya Kurang Perhatian

Kampanye Pilgub Kaltara 2020
Cagub Kaltara nomor urut 3 Drs Zainal A Paliwang, SH, M.Hum saat kampanye di Pulau Sebatik

PosKaltara.co.id – Perwakilan warga Sei Batang, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik sengaja menghadiri kampanye paslon ZIYAP di Desa Ajikuning Kecamatan Sebatik Tengah.

Untuk menyampaikan keluh kesah sekaitan tidak adanya perhatian dari Pemerintah Daerah selama ini dari segala bidang.

Kehadiran Cagub Kaltara nomor urut 3 Drs H Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum di daerah itu perwakilan warga Sei Batang ini menyatakan sikap mendukung dan siap memenangkannya pada pilgub 2020.

Tokoh masyarakat Sei Batang ini memyampaikan mendukung paslon ZIYAP karena sudah jenuh dengan pemerintah saat ini yang kurang peduli nasib masyarakat khususnya bidang pendidikan, yang ada di daerah perbatasan ini.

Baca Juga:  Hadiri Syukuran Panen, Zainal Inginkan Bulungan Jadi Lumbung Padi Kaltara

“Di Sei Batang kampungnya tidak terlalu besar, tapi masih banyak wargan buta aksara, makanya kami mendukung ZIYAP agar memperhatikan nasib pendidikan di Sebatik,” terang Sadarullah salah satu tokoh masyarakat Sei Batang yang hadir diacara kampanye Zainal Paliwang di Aji Kuning.

Sadarullah mengakui untuk mengatasi masalah pendidikan di Sebatik termaksud di Sei Batang, dirinya secara suka rela telah mendirikan yayasan berupa madrasah.

Namun sekolah yayasan miliknya ini masih kurang disentuh pemerintah daerah selama ini.

Baca Juga:  Pemprov Kaltara Target Penyusunan Perda dan Pergub Selesai Pada Mei

“Awalnya madrasah kita satu ruangan, tapi alhamdulillah ada donatur sehingga ruangan belajar di madrasah jadi tiga. Kami berharap jika ZIYAP terpilih bisa memperhatikan nasib pendidikan,” pungkas dia.

Tidak hanya masalah pendidikan, lanjut Sadaruddin, kebutuhan listrik dan pekerjan juga menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat di kampung itu.

Padahal, listrik juga menjadi kebutuhan dasar warga setempat khususnya bagi pelajar yang belajar secara online sekarang ini.

“Masalah kerjaan kami harap bisa diperhatikan juga, di Sebatik ini banyak sarjana tapi kerjanya hanya membatu orang tua mungut biji sawit dan coklat,” harapnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here