YOGYAKARTA – Beras Adan produk pertanian khas Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara sebaiknya dikelola lembaga ekonomi resmi dalam meningkatkan produksi dan pemasarannya.

Dalam hal ini Bank Indonesia Perwakilan Kaltara siap memfasilitasinya agar tidak hanya menguntungkan negara tetangga Malaysia yang dijadikan sasaran pemasaran selama ini.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltara, Hendik Sudaryanto di Yogyakarta, Sabtu mengatakan, beras adan Krayan sangat potensial untuk dikembangkan. Tetapi pengelolaannya harus terkoodinir dan terkontrol utamanya pada aspek pemasaran.

Ia mengakui, produksi beras adan yang menjadi produk khas dan unggulan masyarakat Kecamatan Krayan mampu mengangkat ekonomi daerah itu.

Baca Juga:  Bersama Masyarakat, Satgas Yonif 131/Brs Gelar Karya Bhakti di Gereja Kristen Injil di Papua

BI Kaltara sendiri bersedia memfasilitasinya demi peningkatan perekonomian daerah di Kaltara secara umum dan Kabupaten Nunukan pada khususnya.

Ia menyarankan, pengelolaannya melalui lembaga ekonomi seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau lembaga adat setempat.

Melalui BUMDes ini berasal dari gabungan beberapa desa di Kecamatan Krayan dengan menggunakan dana desa (DD).

Hendik optimis apabila pemasaran beras adan yang memiliki aroma khas yang wangi ini dapat lebih berkembang.

Namun perlu memikirkan pengelolaan pemasarannya melalui lembaga resmi seperti BUMDes gabungan beberapa desa di kecamatan tersebut.

Baca Juga:  Bupati Nunukan: Tingkatkan Amal Ibadah di Tengah Pandemi COVID-19

“Kami dari BI Kaltara siap memfasilitasinya untuk mengembangkan produksi dan pemasarannya. Tapi harus melalui lembaga resmi seperti BUMDes,” kata Hendik usai memberikan materi pada Capasity Building Wartawan Ekonomi dan Bisnis Kaltara.

Ia mengatakan, sangat tepat apabila BUMDes gabungan beberapa desa di Kecamatan Krayan dilibatkan mengelolanya.

Tentunya mengikutsertakan lembaga adat setempat agar benar-benar terkoordinir. Tujuannya adalah, petani menjualnya kepada BUMDes lalu disalurkan kepada pengusaha di luar negeri yang membutuhkan.

Beras Adan Krayan selama ini dipasarkan secara sendiri-sendiri oleh petani setempat sehingga harga tidak terkontrol. Akhirnya kurang berdampak pada perekonomian masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Nunukan Halal Bihalal Bersama Tokoh Agama, Laura: Ajang Memaafkan dan Membangun Komunikasi

Namun, kata Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltara ini, apabila dikelola oleh lembaga resmi seperti BUMDes harganya dapat dikontrol sehingga diyakini akan mengangkat stabilitas harganya pula. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here