Ibrahim Ali Sampaikan Terima Kasih Usai Ditetapkan Sebagai Bupati KTT Terpilih

Penetapan Bupati-Wakil Bupati KTT
Rapat pleno penetapan BUpati-Wakil Bupati KTT oleh KPU , Kamis (21/1)

PosKaltara.co.id – Usai ditetapkan sebagai Bupati-Wakil Bupati KTT terpilih oleh KPU melalui rapat pleno, Ibrahim Ali menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berjuang menyukseskan pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu.

Dihadapan undangan yang hadir, Ibrahim Ali yang bisa dipanggil Bram ini menyampaikan pesan-pesannya berkaitan dengan komitmennya akan membangun KTT selama periode pemerintahannya ke depan.

Pada pidato perdananya, Bram menyampaikan pesan optimisme dan mendorong partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program pembangunan di Tana Tidung.

Bupati KTT terpilih ini juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan pada seluruh tim dan relawan, penyelenggara pemilu, tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat serta  kompetitornya pada pilkada serentak yang telah ikut menyukseskan pesta demokrasi yang aman dan lancar.

Baca Juga:  Ibrahim Ali Sapa Warga Dengan Bersepeda

Menurut dia, menjadi kepala daerah adalah amanah besar yang akan dijalankannya sebaik mungkin. “Insya Allah, amanah ini akan saya jalankan sebaik mungkin,” ujar dia.

Ia pun menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk melupakan perbedaan-perbedaan yang pernah terjadi selama pelaksanaan pilkada baik di dunia nyata maupun di media sosial.

“Tidak perlu ada euforia berlebihan dalam menyambut kemenangan ini. Apalagi pandemi COVID-19 belum berakhir. Tetap patuhi protokol kesehatan,” pesan Bram. Ia katakan, kemenangan yang diraihnya merupakan kemenangan seluruh masyarakat Tana Tidung yang rindu pada perubahan.

Baca Juga:  Pembebasan Lahan Terhambat, PT Inhutani I bertemu Gubernur Kaltara

Bram juga berkomitmen untuk mendorong program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Cermat.

Oleh karena itu, dia mengajak seluruh OPD harus bersinergi dan berkomitmen membantu pemerintah desa untuk meningkatkan pelayanan publik dalam melaksanakan pembangunan desa sesuai dengan potensi wilayahnya masing-masing.

Pemerintahan ke depan, kata Bram, pembangunan infrastruktur harus tepat sasaran dengan memperhatikan fungsi dan kemanfaatan. “Tidak boleh ada yang mubazir dalam pemanfaatan anggaran,” seru dia. (mt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here