Harga Barang di Krayan Melonjak Tajam, Selama Pandemi COVID-19

Pasokan Sembako dari Sarawak ke Krayan
Prajurit Satgas Pamtas Yonarhanud 16/Kostrad memeriksa barang-barang yang baru didatangkan dari sarawak di Pos Penjagaan Long Midang, Krayan

Pos-Kaltara.co.id – Camat Krayan, Kabupaten Nunukan Heberly menyatakan selama akses perbatasan Indonesia dengan Malaysia di wilayah Sarawak menyebabkan harga barang-barang melonjak tajam karena langka.

Sementara bahan kebutuhan pokok masyarakat hanya bisa diakses dari Tarakan, Malinau dan Nunukan yang membutuhkan biaya transportasi yang tinggi.

“Masyarakat Krayan yang tinggal di wilayah yang bisa diakses dari kota-kota terdekat seperti Nunukan, Tarakan, Malinau, dan Tanjung Selor hanya dengan transportasi udara ini harus menanggung beban hidup yang semakin berat pasca penutupan akses darat dari dan ke Malaysia,” terang Heberly.

Baca Juga:  Alhamdulillah, 3.640 Vaksin COVID-19 Tiba di Nunukan

Ia mengakui meskipun ada program Jembara (Jembatan Udara) dengan subsidi ongkos angkut (SOA) dari Pemkab Nunukan, Pemprov Kaltara dan Pemerintah pusat belum bisa mengatasi kelangkaan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Akibatnya barang langka dan harganya pun melonjak tinggi seperti harga gula pasir tembus Rp35.000/kg, semen menjadi Rp1,3 juta/zak, air mineral ukuran tanggung menjadi Rp300.000/kardus, dan BBM menjadi Rp35.000/liter.

Sekarang ini, barang-barang kebutuhan pokok masyarakat bisa didatangkan kembali dari Lawas, Sarawak ke Krayan berkat perjuangan Pemkab Nunukan dengan pemeriksaan ketat aparat dari prajurit Satgas Pamtas Yonarhanud 16 Kostrad.

Pendistribusian barang-barang dari Ba’kelalan ke Krayan akan dilakukan selama dua hari mulai Rabu (10/2) hingga Jumat (12/2). Setelah itu, diserahterimakan dari Pemkab Nunukan kepada Koperasi Mitra Utama Kaltara yang akan mendistribusikan kepada pedagang dan masyarakat di wilayah Krayan. (Humas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here