Halia : Alhamdulillah Dapat Rejeki Halal

POS KALTARA.CO.ID – Meskipun kedua tangannya terlihat bergetar saat menerima amplop berisi segepok uang pecahan Rp50.000 dari Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid.

Rona kegembiraan tampak jelas tergambar dari wajah Halia yang mulai mengeriput itu.  Tidak henti-hentinya mengucapkan kata syukur dari bibirnya yang tertutup masker kain berwarna putih.

“Alhamdulillah ya Allah saya dapat rejeki halal hari ini,” kata Halia sambil menengadahkan kedua tangannya seperti orang yang berdoa.

Nenek berusia 70 tahun lebih ini tinggal di Nunukan Selatan ini mengaku sangat senang, dan akan menggunakan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari – hari.

Baca Juga:  Pemkab Nunukan Halal Bihalal Bersama Tokoh Agama, Laura: Ajang Memaafkan dan Membangun Komunikasi

Halia, Siti dan Mane adalah tiga orang yang secara simbolis menerima bantuan sosial Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Progres LU) Kementerian Sosial Republik Indonesia dari Bupati Laura di Kantor Bupati Nunukan, Rabu (10/6).

Bupati Laura sebelum menyerahkan bantuan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia yang sudah memberikan bantuan khusus buat para lanjut usia (Lansia) di Kabupaten Nunukan.

“Saya kira ini adalah program yang sangat bagus karena khusus menyasar para orang – orang tua yang memang sangat rentan jika sampai terkena wabah covid – 19 ini,” kata Laura.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nunukan Jabbar yang turut mendampingi bupati saat penyerahan bansos tersebut menerangkan bahwa Progres LU adalah bantuan sosial berupa uang tunai sebesar Rp. 2,7 juta per jiwa yang diperuntukkan khusus untuk para lansia.

Baca Juga: 
Wabub Nunukan H Hanafiah Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Tetap Mewaspadai Bahaya Pandemi Covid-19

Jumlah penerima bansos Progres LU di Kabupaten Nunukan mengalami peningkatan secara drastis karena adanya pandemic covid-19, dari yang awalnya hanya 30 orang pada tahun 2019 menjadi 100 orang pada tahun 2020 ini. Nilai bantuannya pun juga mengalami kenaikan cukup besar, dari semula Rp. 2,4 juta menjadi Rp. 2,7 juta per orang.

Para lansia yang menerima bansos pada tahun ini, menurut Jabbar, juga diutamakan yang berada di wilayah episentrum atau zona merah covid-19 di rumah tangga dengan anggota keluargapencari nafkah mengalami covid – 19, tinggal atau berada miskin, tinggal sendiri, serta yang sudah terdaftar di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Baca Juga:  Pemkab Nunukan Gelar Rakor Menindaklanjuti Inmendagri No 25 Tahun 2021

Jabbar berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya oleh para lansia penerima sehingga bisa mengurangi beban ekonomi selama terjadinya pandemik covid-19 ini.

Sumber: Humas Pemkab Nunukan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here