Hadiri Dialog KUB, Hanafiah Tekankan Pentingnya Toleransi

Sambutan Wabup Nunukan
Wabup Nunukan H. Hanafiah Memberikan Sambutan saat Dialog KUB di Hotel Fortune Nunukan, Senin (28/06). Foto: Poskaltara

Saya percaya begitu banyak persamaan yang dapat kita jadikan alasan untuk terus bersatu padu dan bergandengan tangan

H. Hanafiah

PK Online – Wakil Bupati H. Hanafiah menghadiri acara pembukaan Dialog Kerukunan Umat Beragama Tingkat Kabupaten Nunukan Tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan di Ruang Pertemuan Hotel Fortune, Senin (28/06).

Dalam kesempatan ini Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, menyampaikan salah satu kebanggaan sebuah bangsa adalah diberi anugerah Tuhan yang Maha Kuasa berupa masyarakat yang begitu beragam, berbeda- beda sukunya, bahasa dan adat istiadatnya termasuk berbeda-beda pula agama dan kepercayaannya.

“Perbedaan agama dan kepercayaan tidak lantas membuat saling bermusuhan dan saling membenci, namun yang terjadi justru sebaliknya, di tengah masyarakat tumbuh kearifan-kearifan lokal menyikapi perbedaan agama dan kepercayaan,” papar Hanafiah

Lebih lanjut dia menyampaikan apresiasi dan menyambut baik digelarnya kegiatan “Dialog Antar Umat Beragama” seperti ini. Dialog semacam ini, kata Hanafiah, akan mengikis kecurigaan dan merapatkan keakraban hingga ke lapisan masyarakat di level paling bawah.

“Saya percaya begitu banyak persamaan yang dapat kita jadikan alasan untuk terus bersatu padu dan bergandengan tangan. Dialog semacam ini juga akan mampu mengikis kecurigaan yang ada di tengah-tengah kita, keakraban para tokoh akan dilihat dan diikuti oleh masyarakat di akar rumput, di level paling bawah, sehingga ikut melakukan hal yang sama” ungkapnya.

Baca Juga:  Gerindra dan Nasdem Bakal Rekomendasikan Laura-Hanafiah Dipilkada 2020

H. Hanafiah berharap agar masyarakat dapat tetap bisa menjaga kerukunan umat beragama. Menurutnya keberagaman agama harus dihargai setiap pribadi dan menanamkan watak toleransi sehingga tercipta tatanan masyarakat yang damai.

“Kita harus menjunjung tinggi pendapat pribadi orang ketika orang menjatuhkan pilihan kepada agama tertentu, itu kan urusan masing-masing dan kita tidak perlu membawa urusan-urusan keberagaman ini dalam urusan agama lain, tentunya kita harus menghargai itu”, Jelasnya.

Dikatakannya lebih lanjut sudah ada koridornya masing-masing untuk mengerjakan keyakinan dan kepercayaan orang tersebut, dan dalam implementasi ini mungkin perlu diwujudkan sehingga konflik agama tidak akan pernah terjadi di Kabupaten Nunukan.

Baca Juga:  SEPAKAT, Semua OPD Ditarget Gabung Awal 2022

“Misalnya bagaimana ketika ada umat beragama lain memerlukan tenaga kita dari agama Nasrani atau agama Islam kita harus bisa membantu mereka ketika mereka membangun rumah-rumah ibadah. Dan tindakan seperti itu benar benar di lapangannya, itu terjadi toleransi yang betul dalam pelaksanaannya bisa terwujud. Dan daerah kita rawan dengan konflik- konflik bersifat agama itu kan sangat sangat sulit untuk kita bisa atasi”, ujar Hanafiah.

Lebih lanjut Hanafiah berharap agar para tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa turut berpartisipasi dalam rangka mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan permasalahan terkait kerawanan konflik agama.

Perkembangan sosial media juga menjadi perhatiannya. Hanafiah berharap masyarakat tidak mudah terpancing ketika membaca berita yang tidak jelas asal usul dan kebenarannya.

“Karena keberagaman ini, konflik rentan terjadi ketika membaca di sosmed atau media lainnya. Karenanya, masyarakat harus bisa bertanya kepada sumber-sumber yang bisa dipercaya sehingga masyarakat kita tidak terjebak kepada persoalan yang tidak penting ini,” katanya

Baca Juga:  4 Orang Personil PMI Nunukan Positif Covid-19

Ia meminta agar masyarakat tidak langsung mempercayai sehingga mengesampingkan nalar. Hal ini bisa berakibat burukk baik bagi diri sendiri maupun terhadapa lingkungannya.

“Kadang-kadang kan kita menanggapi berita berita ini kan bisa bukan nalarnya yang jalan tapi emosinya yang duluan jalan. Hal-hal yang semacam ini bila terjadi sangat sangat merugikan kita semua, jadi sedapat mungkin ketika sesuatu berita ada itu harus diklarifikasi dulu kepada yang memang membidanginya sehingga tidak terjadi konflik di antara sesama kita,” ungkap Hanafiah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala OPD Kabupaten Nunukan, Kemenag H. M. Saleh, Kakanwil Kemenag Prov. Kaltara yang diwakili oleh Kabag Kepegawaian H.Sopyan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta diikuti 40 peserta Dialog Kerukunan Beragama.

Penulis: Muhammad Syukri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here