Gebrakan KPK Dalam Sejumlah OTT Menjadi Bukti KPK Sangat Kuat

Peranan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagaimana yang dijelaskan dalam undang-undang adalah  seperti trigger mechanism yaitu mendorong atau sebagai stimulus agar upaya pemberantasan korupsi oleh lembaga-lembaga negara yang telah ada sebelumnya menjadi lebih efektif dan efisien.

Dalam pelaksanaan tugasnya, KPK senantiasa  berpedoman pada lima asas yaitu, kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, profesionalisme, serta untuk kepentingan umum.

KPK adalah anak kandung reformasi yang diinginkan rakyat sebagai “institusi khusus” untuk memberantas korupsi dengan wewenang yang besar. Pemberantasan korupsi hanya bisa dilakukan dan dibuktikan di pengadilan dengan cara yang luar biasa yang diberikan kewenangan yang besar kepada KPK seperti yang diatur dalam UU KPK.

KPK saat ini telah membukukan banyak prestasi mengungkap kasus-kasus korupsi besar yang tidak terbayangkan akan bisa terungkap pada era KPK  sebelumnya. Tindak pidana korupsi (Tipikor) mencakup pengadaan barang/jasa, perizinan, penyuapan, pungutan, penyalahgunaan anggaran, hingga pencucian uang yang diungkap KPK.

Salah satu mekanisme kerja KPK adalah saat KPK menetapkan pejabat negara atau tokoh penting sebagai tersangka korupsi. Pada saat itulah biasanya ditampilkan para pelaku korupsi yang tertangkap basah melalui operasi tangkap tangan (OTT), lengkap dengan tumpukan barang bukti berupa uang dan barang berharga lainnya.

Kinerja KPK dibuktikan dengan peningkatan jumlah tangkapan seiring dengan pengembalian kerugian negara.  KPK telah berhasil menyelamatkan keuangan negara dan aset daerah serta mampu  menyelamatkan potensi kerugian negara dalam kurun 2020 melalui program-program pencegahan. Nilai tersebut berasal dari upaya pemulihan, penertiban dan optimalisasi aset. Total  kurang lebih sebesar Rp. 592,4 triliun selama 2020.

KPK dinilai sudah efektif dalam melakukan kerja pemberantasan korupsi. Belum lama ini,  KPK telah berhasil menangkap 10 orang dalam OTT di Probolinggo, Jawa Timur pada Minggu (29/08) dini hari.

Diketahui pihak yang diamankan KPK meliputi Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari berikut suaminya Hasan Aminuddin yang menjabat anggota DPR, dua ajudan, lima camat, dan satu pelaksana jabatan (Pj) kepala desa. Tim KPK melakukan tangkap tangan terhadap beberapa pihak yang diduga sebagai pelaku tindak pidana korupsi di wilayah Jawa Timur.

Selain itu juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota nonaktif Tanjung Balai M Syahrial dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjung Balai Yusmada sebagai tersangka pada Jumat (27/08) lalu.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait lelang mutasi jabatan di Pemerintah Kota Tanjung Balai 2019.

Peran KPK yang sudah terbukti kuat dalam melakukan penindakan mempunyai efek positif selama menjalankan kewenangannya guna melakukan perbaikan sistem dan kebijakan pemerintah. kami sangat  mengapresiasi kinerja KPK dalam pengungkapan berbagai kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat daerah yang berhasil di ungkap oleh KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT). KPK telah membuktikan bahwa KPK masih sangat kuat dan efektif dalam melakukan tindakan OTT terkait pemberantasan korupsi dengan sangat baik dan cepat.

Kordinator Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) Azmi Hidzaqi juga  mengatakan mendukung kinerja KPK yang dalam beberapa hari terakhir telah gagah berani menangkap beberapa pejabat negara. Selama dua tahun bekerja, KPK mulai menunjukan  keberaniannya dan mulai menunjukkan kinerja yang memberikan trend positif.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat publik dan juga sekelas mentri, ini merupakan pembuktian awal KPK menjadi lembaga yang mandiri dan tidak bisa didikte oleh berbagai kepentingan baik presiden maupun partai politik.

KPK tetap menjadi harapan rakyat Indonesia dan KPK harus menjaga harapan itu sampai tujuan Indonesia bebas dari korupsi tercapai.

Rakyat tentu sangat berharap agar KPK yang selama ini dipimpin oleh Ketua KPK Firli Bahuri   tetap gagah perkasa untuk mengganyang korupsi siapa pun pelakunya dan berapa pun jumlahnya.  Rakyat percaya dengan kepemimpinan KPK saat ini memiliki komitmen yang kuat dalam  pemberantasan korupsi, dan rakyat menanti gebrakan dari ketua KPK Firli Bahuri selanjutnya.

Penulis: Azmi Hidzaqi
Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here