Filosofi “Kaltara Rumah Kita” Adalah Konsep Membangun Budaya Bangsa

Kaltara Rumah KIta Membangun Keberagaman
Cawagub Kaltara nomor urut 3 Dr Yansen TP, M.Si menonton pagelaran budaya Suku Jawa di Tarakan

PosKaltara.co.id – Dr Yansen TP, M.Si selaku calon Wakil Gubernur (Cawagub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) nomor urut 3 sering melontarkan soal “Budaya Membangun Bangsa” yang memiliki makna yang mendalam sebagai bukti keberagaman masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, dia bersama Calon Gubernur (Cagub) Drs H Zainal A Paliwang, SH, M.Hum punya tagline “Kaltara Rumah Kita” yang berarti Kaltara seperti Indonesia kecil yang dihuni oleh beragam suku, agama dan latar belakang.

“Kaltara Rumah Kita mengandung makna filosofis masyarakat bangsa yang memiliki keberagaman suku bangsa dan budaya. Itu kan makna filosofisnya,” ujar Yansen TP saat diwawancarai usai menerima deklarasi dukungan dari para tokoh Jawa yang berdomisili di Tarakan beberapa waktu lalu di salah satu hotel di Tarakan.

Baca Juga:  Selaku Tokoh Masyarakat Sulsel di Kaltara, Zainal Diundang Pada Milad IKAMI

Oleh sebab itu, kata Yansen, kalau bicara tentang membangun, maka yang pertama harus dibangun itu manusianya. Sebab manusia hakikatnya adalah budayanya, kearifan lokalnya dan sebagainya.

“Nah kalau kita bicara membangun, otomatis yang terbangun itu adalah budayanya. Nah kalau kita bicara tentang Indonesia, Indonesia kan sebuah masyarakat bangsa yang berbeda dengan bangsa-bangsa yang lain. Artinya kan ada budaya bangsa Indonesia,” terangnya.

Karena itu, lanjut Bupati Malinau periode 2011-2016 dan 2016-2021 ini, kalau bicara Indonesia yang beraneka ragam tanpa bicara tentang budaya, maka itu pasti tidak akan berhasil. Kalau bicara tentang membangun Indonesia, maka harus bicara tentang budaya. Seperti budaya Jawa, Bugis, Batak, Dayak, Tidung, Bulungan, Papua dan sebagainya.

Baca Juga:  Belasan Ribu Wajib Pilih di Kaltara Belum ber-KTP

“Kenapa kita bicara mereka Bali, karena ada budaya Bali, kenapa kita bicara Jawa, karena ada budaya Jawa. Nah untuk mengenalnya, kenali bahasanya bahasa Jawa dan budayanya budaya Jawa,” tutur pria ramah senyum yang selalu dalam setiap kegiatan mengangkat tentang kreativitas nasionalis kebangsaan.

“Kalau kita bicara membangun ya tidak lepas dari budaya. Kalau bisa saya katakan budaya itulah sesungguhnya yang membangun bangsa itu. Nah jadi Kaltara Rumah Kita itu adalah hakikat budaya bangsa. Bangsa apa, bangsa Indonesia yang beragam itu,” pungkasnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here