Duka TKI Asal NTT, Ingin Segera Temui Orangtuanya Malah Ditangkap

Rafael Noi, PMI Asal NTT
Rafael Noi (58) PMI Asal NTT di Rusunawa Nunukan, Senin (21/07). Foto: Poskaltara

PK Online – Ada cerita sedih yang dialami TKI yang bekerja di Kalabakan, Sabah, Malaysia dengan terpaksa pulang melalui jalur tikus di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Seimenggaris, Kabupaten Nunukan.

Harapannya ingin segera menemui orangtuanya yang sedang sakit parah dan sedang dirawat di rumah sakit di Kabupaten Nagekeo, NTT. Namun tetap terlambat karena tertangkap prajurit TNI penjaga pos perbatasan saat memasuki wilayah Indonesia pada Kamis (17/06).

Rafael Noi (58) saat ditemui sedang menunggu bersama istri, dua anak, menantu dan tiga cucunya menyebutkan dirinya dan keluarga ingin segera pulang ke kampung halaman.

Baca Juga:  Kawasan Industri Hijau Kaltara, Gubernur: Groundbreaking Oleh Joko Widodo Oktober Mendatang

“Kalau bisa pulang secepatnya itu lebih bagus karena orangtua di kampung lagi sakit keras,” tutur dia.

Harapannya segera sampai ke kampung halaman yang kuat, membuat dia dan keluarganya nekat mengambil jalur ilegal.

Namun, kerinduannya harus dia redam karena tertangkap oleh prajurit Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad pada Jumat (19/06) saat melintas di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Saat diwawancarai, pria asal Kabupaten Nagekeo, NTT ini sempat meneteskan air matanya tatkala menyebutkan ibunya yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Ia berharap pihak BP2MI Nunukan bisa segera memulangkan mereka namun tidak bisa dilakukan karena harus menunggu hasil PCR (Polymerase Chain Reaction).

Baca Juga:  Penyelenggara Pemilu Diminta Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan Selama Tahapan Pilkada

Rafael menilai tindakan satgas Covid-19 dan BP2MI tidaklah berlebihan karena di tempat dia bekerja sebelumnya (Borneo Samudra, Sabah, Malaysia) memberlakukan peraturan yang lebih ketat, bahkan bisa dikenai denda hingga jutaan rupiah jika tidak mengenakan masker.

“Kami di Malaysia bisa di fine(red; denda) RM1000 jika tidak pakai masker. Kami tau petugas (satgas Covid-19 dan BP2MI) mau jaga kita semua tapi kami harap bisa segera dipulangkan,” katanya

Meskipun kebutuhan mereka selama menjalani proses karantina di rusunawa tercukupi, ia tetap merasa tidak tenang karena memikirkan orangtuanya dan waktu pemulangan yang belum jelas hingga saat ini.

Baca Juga:  Gubernur Kaltara Janji Sampaikan ke Menteri PUPR Soal Kondisi Jalanan di Krayan

Kepala BP2MI Nunukan, Kombes Pol Hotma Victor Sihombing menyebutkan ke 15 PMI tersebut baru bisa dipulangkan setelah hasil PCR kedua dari satgas Covid-19 dinyatakan negatif.

“Kalau hasilnya (PCR) kedua itu negatif, mereka akan segera kami pulangkan, ” kata Hotma saat ditemui di kantornya. (***)

Penulis: Muhammad Syukri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here