DPT Pilkada Nunukan Bertambah Kurang Lebih 3.000 Pemilih

DPT pilkada serentak 2020 di Nunukan
Ketua KPU Nunukan, Rahman

POS-KALTARA.CO.ID – KPU Nunukan mengakui ada tambahan data pemilih pada pilkada serentak 2020 di daerahnya berdasarkan hasil tanggapan masyarakat terhadap daftar pemilih sementara (DPS) yang berakhir 28 September 2020.

Tambahan ini telah ditetapkan pada tingkat kelurahan/desa hingga kecamatan menjadi daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub Kaltara dan Pilbup Nunukan yang akan digelar pada 9 Desember 2020.

Selanjutnya akan ditetapkan menjadi DPT oleh KPU Nunukan yang direncanakan melalui rapat pleno pada 15 Oktober 2020. Hal ini diungkapkan oleh Ketua KPU Nunukan, Rahman pada Senin (12/10).

“Penetapan DPT pada panitia pemungutan suara (PPS) pada tingkat kelurahan/desa dan rapat pleno pada panitia pemilihan kecamatan (PPK) telah rampung yang dilaksanakan pada 6-9 Oktober 2020. Pelaksanaan rapat pleno penetapan DPT pilkada serentak 2020 di Kabupaten Nunukan direncanakan pada 15 Oktober 2020,” beber dia.

Baca Juga:  Percepatan Pemulihan Ekonomi, Pemkab Nunukan Serahkan Bantuan Kepada 250 Pelaku UMKM

Berdasarkan data hasil pleno tingkat PPS hingga PPK tersebut, dia sebutkan, secara detailnya mengalami kenaikan jumlah pemilih dibandingkan DPS hasil pemutakhitan pemilih oleh PPD kurang lebih 3.000-an orang. “Yang pasti ada tambahan pemilih dari hasil rapat pleno PPK diperkirakan kurang lebih ada tiga ribu orang,” tambah dia.

Rahman mengungkapkan, jumlah DPS sebanyak 114.664 pemilih dan data hasil rapat pleno DPT pada tingkat kecamatan kurang lebih 117.000-an orang. “Jadi ada sekira 3.000-an tambahan pemilih di Nunukan,” ujar Rahman.

Penambahan jumlah pemilih yang akan ditetapkan menjadi DPT pilkada serentak 2020 di daerah itu, diperoleh dari warga yang mungkin memang belum sempat dicoklit pada masa pemutakhiran data pemilih karena tidak berada di tempat tinggal sesuai alamat yang tercatat.

Baca Juga:  Bupati Nunukan Lakukan Kunker Di Banyuwangi Dalam Penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan Berbasis IT (E-GOVERNMENT)

Namun dia katakan, tambahan pemilih hasil tanggapan masyarakat terhadap DPS tersebut tidak termasuk 3.000-an warga yang tercatat memenuhi syarat sebagai pemilih pada pilkada serentak 2020 ini tetapi belum perekaman e-KTP.

“Tambahan pemilih ini tidak termasuk warga yang ditemukan saat pencoklitan memenuhi syarat sebagai pemilih tetapi belum perekaman e-KTP,” ungkap Rahman. Hanya saja, lanjut dia, belum bisa memastikan apakah ribuan tambahan pemilih ini sudah termasuk warga yang belum perekaman e-KTP tersebut.

Menurut dia, bisa saja terjadi karena informasi yang diperoleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nunukan kembali telah melakukan perekaman e-KTP pada beberapa kecamatan selama berlangsungnya tahapan pilkada ini.

Baca Juga:  Dua Anggota DPR RI Partai Pengusung Akan Turun Gunung Menangkan ZIYAP

Rahman menjelaskan, adanya ribuan tambahan pemilih melalui tanggapan masyarakat ini kemungkinan diperoleh dari tim dari pasangan calon. Sebab, KPU Nunukan memang memberikan aplikasi untuk mengecek secara langsung kepada pasangan calon.

Secara pasti, ribuan tambahan pemilih ini telah memenuhi syarat menjadi menggunakan haknya pada pilkada serentak ini karena pelaporannya harus disesuaikan dengan bukti-bukti kependudukan yang dimilikinya.

Meskipun terjadi penambahan pemilih hingga ribuan orang yang akan ditetapkan menjadi DPT, KPU Nunukan belum memastikan akan menambah jumlah tempat pemungutan suara (TPS). (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here