DPRD Nunukan Minta Refocusing Anggaran Memperhatikan Azas Manfaat

RDP Komisi III DPRD NUnukan dengan Dinas PUPR
RDP antara Disnakertrans Nunukan dengan Komisi III DPRD NUnukan

Pos-Kaltara.co.id – Anggota DPRD Nunukan meminta kepada organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Nunukan agar memperhatikan azas manfaat yang berkeadilan pada saat refocusing anggaran.

Hal ini terungkap pada saat rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III DPRD Nunukan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) pada Selasa (16/3).

Anggota Komisi III, Darmawansyah, meminta tidak serta merta menghapus kegiatan yang memang menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat akibat refocusing tersebut.

“Saya sarankan kepada pemda supaya saat melakukan refocusing benar-benar memperhatikan azas manfaat yang berkeadilan. Jangan menghapus kegiatan yang sifatnya sangat dibutuhkan masyarakat,” harap dia.

Baca Juga:  19 PMI Pulang Via Jalur Ilegal Segera Dipulangkan ke Kampung Halamannya

Refocusing dilakukan oleh pemda atas instruksi Pemerintah pusat dalam rangka penanganan COVID-19 tersebut berlangsung sejak tahun anggaran 2020 sehingga mengakibatkan puluhan kegiatan yang diprogram terpaksa ditunda atau ditiadakan.

Sehubungan dengan hal ini, Darmawansyah berpandangan azas manfaat yang berkeadilan menjadi perhatian pemda setempat agar tidak merugikan masyarakat meskipun diakui langkah (refocusing) tidak bisa dihindari.

“Tidak masalah kalau kegiatan yang ditunda atau ditiadakan karena refocusing karena memang diakui langkah ini harus dilakukan pemda demi penanganan COVID-19,” ujar Darmawansyah.

Pernyataan yang sama dikemukakan Amrin Sitanggang, legislator Partai Perindo Kabupaten Nunukan bahwa refocusing anggaran harus diterima oleh semua pemangku kepentingan di daerahnya. Hanya saja, memang patut dipertimbangkan jenis kegiatan yang ditiadakan tersebut secara obyektif.

Baca Juga:  Satgas Pantau 198 Orang Pernah Kontak Erat Dengan Pasien COVID-19

Artinya penghapusan kegiatan tersebut tidak melihat dari aspek kepentingan kelompok tertentu, tetapi benar-benar disesuaikan dengan kepentingan atau kebutuhan masyarakat. “Kalau kegiatan itu sangat dibutuhkan masyarakat supaya tidak dibuang dengan mencari kegiatan lain yang tidak terlalu dibutuhkan,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here