DPRD Nunukan Minta Penambangan Pasir di Desa Padaidi Ditutup

RDP DPRD Nunukan Soal Penambangan Galian C Ilegal
Foto: Doc

PK Online – Pada rapat dengar pendapat (RDP) yang berlangsung di Gedung DPRD Nunukan, Selasa (08/06), anggota dewan merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menutup lokasi penambangan pasir di Desa Padaidi Kecamatan Sebatik.

Selain itu, DPRD Nunukan juga meminta aparat kepolisian setempat untuk melarang dan menghentikan aktivitas penambangan tersebut agar tidak beroperasi lagi.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, penambangan galian C yang tidak memiliki izin dan merusak lingkungan tergolong tindak pidana.

Seorang warga Desa Padaidi bernama Kurniawan mengeluhkan aktivitas penambangan ilegal ini berdampak pada pemukiman warga sekitar.

Baca Juga:  Target Capai Herd Immunity, Serbuan Vaksinasi Digenjot

“Saya bagian masyarakat yang terkena imbas abrasi dan longsor itu, rumah orang tua saya dapurnya sudah hilang dan beberapa warga lainnya juga mengalami hal yang sama, kami minta solusi kepada anggota dewan dan seluruh yang hadir dalam rapat ini,” pintanya.

Ia mengatakan, penambangan galian C ini sudah beroperasi sejak 2011 hingga 2017. Dimana aktivitas tersebut mengakibatkan abrasi sepanjang hampir 100 meter atau lebih dari 87 meter.

Hanya saja, kata Kurniawan, belum ada upaya tindakan tegas yang ditempuh pemerintah untuk mengatasinya.

Baca Juga:  Persiapkan Diri Ikut Seleksi PPPK, Nunukan Usulkan 525 Formasi Guru Pada 2021

”Perhitungan saya dari 2011 hingga 2017 panjang garis pantai sudah lebih 87 meter yang tergerus abrasi. Kita belum bicara longsor. Saya minta ketegasan pemerintah kabupaten dan DPRD Nunukan, jika ini dibiarkan maka bisa menimbulkan korban karena penambangan itu sudah sangat luas hingga ke pemukiman warga. Kalau tidak ada ketegasan jangan salahkan warga Kami kalau menambang pasir di desa kami pak,” tegasnya. (***)

Penulis: Muhammad Syukri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here