Ke depan, DPMD Nunukan Fokus Pada Pengentasan 6 Desa Sangat Tertinggal

Kabid DPMD saat wawancara
Kabid DPMD saat wawancara soal enam desa sangat tertinggal, Senin 14/06). Foto: Pos-kaltara

PK Online – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Nunukan akan fokus pada pengentasan enam desa yang masih berstatus sangat tertinggal.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang Kelembagaan Desa, Ramlan Apriady yang ditemui di sebuah rumah makan pada Senin (14/06). Ia menegaskan akan memfokuskan diri pada pengentasan enam desa tersebut.

“Kemungkinan periode ini kami akan konsen pada desa tertinggal dan sangat tertinggal. Nanti masih akan dibicarakan tapi kemungkinan kita konsen pada pendampingan dan pengembangan enam desa sangat tertinggal,” katanya saat wawancara.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun tim redaksi pos-kaltara, keenam desa tersebut adalah Long Rian, Labuk, Tumantalas, Sanal, Langgason dan Tantalujuk di mana semuanya berada di wilayah tapal batas Indonesia-Malaysia.

Baca Juga:  Bupati Nunukan: Efisienkan Penggunaan DD Hindari Implikasi Hukum

Ramlan membenarkan keenam desa tersebut berada di wilayah tapal batas. Ia juga menambahkan indikator penilaian status desa menggunakan indeks ketahanan sosial (IKS), indeks ketahanan ekonomi (IKE) dan indeks ketahanan lingkungan (IKL) yang data-datanya akan diolah pada program Indeks Desa Membangun (IDM).

Ia menyebutkan ada lima tahapan status desa, dari sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju hingga mandiri. Ia berharap enam desa sangat tertinggal dan desa lainnya bisa mencapai status lebih tinggi pada periode ini.

“Keenam desa sangat tertinggal ini berada di wilayah tapal batas. Untuk menilai status desa, kita menggunakan indikator penilaian IKS, IKE, dan IKL yang datanya diolah menggunakan IDM. Kami berharap periode ini keenam desa tadi bisa mencapai status tertinggal atau mungkin lebih tinggi,” paparnya.

Baca Juga:  Gubernur Kaltara Minta Forkopimda Harus Aktif Berikan Sosialisasi Dan Edukasi

Pada kesempatan itu juga, Ramlan juga menyebutkan bahwa setiap tahunnya pemerintah
menargetkan satu desa mandiri. Namun, pada 2016-2021 pemerintah mampu mencapai enam desa.

“Tahun ini (2021) yang menargetkan satu desa mandiri akan tetapi berhasil menentaskan empat desa sehingga total hingga saat ini, pemerintah telah menyelesaikan 10 desa mandiri,” imbuh Ramlan

.Desa-desa tersebut adalah Sungai Nyamuk, Bukit Aru Indah, Mansalong, Binalawan, Sungai Pancang, Sanur, Aji Kuning, Balansiku, Tanjung Alor, dan Tanjung Harapan.(*)

Penulis: Muhammad Syukri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here