Dishub: Pelabuhan Gunung Patak Dibangun Atas Insiatif Masyarakat

Keberadaan Pelabuhan Gunung Patak, Sebuku Dipertanyakan DPRD Nunukan
Ketua DPRD Nunukan Hj Leppa didampingi anggota dari Partai Hanura Karnaen saat berkoodinasi Dishub Nunukan soal keberadaan Pelabuhan Gunung Patak, Sebuku

Pos-Kaltara.co.id – Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan mengakui telah lama mengetahui keberadaan Pelabuhan Penyeberangan Gunung Patak di Kecamatan Sebuku. Pelabuhan tersebut dibangun atas inisiatif masyarakat.

Menanggapi temuan anggota DPRD Nunukan ini, Kadishub Nunukan Khalid mengakui telah dikoordinasikan oleh anggota legislator perihal Pelabuhan Penyeberangan Gunung Patak tersebut.

“Tadi Ketua DPRD dan jajarannya meminta kami untuk segera menindaklanjuti permasalahan adanya dermaga ilegal tersebut,” terang Khalid pada Selasa (9/2)

Ia pun mengakui Pelabuhan Gunung Patak ini tidak resmi dan belum memiliki dana hukum surat ijin berlayar dari Dishub. Sekaitan dengan temuan ini maka Dishub Nunukan berjanji akan segera melakukan penindakan.

Baca Juga:  Pemkab Nunukan Kembali Gelar Vaksinasi Massal Tahap I, Masyarakat Antusias Mengantri Demi Divaksin

“Dalam waktu dekat akan kami tinjau, dan akan kami lakukan penindakan, itu tidak pernah kami keluarkan surar ijin berlayar, tidak memiliki safety (keamanan),” ungkap dia.

Kemudian, Pelabuhan Yaki Bitawol yang resmi dibangun Pemkab Nunkan yang tidak difungsikan Khalid mengatakan tetap beroperasi tetapi memang sepi penumpang akibat keberadaan pelabuhan ilegal tersebut.

“Tidak tutup, itu hanya sepi saja. Apalagi selama pandemi,” tegas Khalid.

“Soal tarif mahal apa tidak saya pikir sesuai standar ya, sebelum pandemi dermaga ramai saja. Jika perihal tarif sehingga masyarakat tidak menggunakan dermaga sebagai fasilitas penyebrangan itu saya kurang tau. Atau bisa saja karena banyak pilihan penyebrangan lain yang dianggap lebih cepat sampai,” pungkasnya. (mt).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here