Desa Sungai Limau Sebatik Mulai Menjadi Desa Mandiri Air Minum

Sebatik- Pos-Kaltara.co.id – Air menjadi penting di desa Sungai Limau Sebatik Tengah. Hampir seluruh penduduk mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak adanya sumber air seperti sumur dan air sungai yang tidak dapat digunakan, maka masyarakat sangat mengandalkan air hujan. Sabtu ( 12/10 )

Apabila tidak turun hujan dalam satu minggu maka masyarakat yang kehabisan air harus membeli air yang harga per tangkinya cukup mahal untuk ukuran desa.

“Menghadapi tantangan itu maka tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya Malang yang diketui oleh” Dr.Ir. Nur Hidayat mengajak Masyarakat untuk memanfaatkan sumber air yang ada di atas bukit menjadi air yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:  Laura, Metode Pembayaran QRIS Aman dan Efisien

Langkah awal yang dilakukan masyarakat di Desa Sungai Limau adalah mengalirkan air dari sumber tersebut ke tangki-tangki air di bagian bawah.

Lalu Air ini kini mulai dibagi-bagikan ke warga melalui kepengurusan air yang siap dibentuk. Masyarakat mulai tertarik setelah melihat manfaat program ini, kini mereka tidak lagi mangandalkan air hujan.

Kini setelah melihat manfaatnya, banyak Maysarakat yang mulai tertarik dan memesan untuk berlangganan air. Untuk memenuhi kebutuhan meteran dan pipa maka dilakukan iuran pendaftaran dan Masyarakat rela membayarnya.

“Masyarakat merasa terbantukan dengan adanya Air Minum Mandiri Desa (AMMD). Meskipun belum semua warga dapat menikmatinya.”Ulasannya

Baca Juga:  Gubernur: Kita Berikhtiar Agar Segera Terbebas dari Pandemi

Namun diharapkan semakin banyak warga yang merasakan manfaat Air Minum Mandiri Desa (AMMD) ini dan berharap kedepannya dapat mencukupi untuk semua Warga Desa Sungai Limau. Sumber: UB [ Nn ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here