fbpx
Beranda Adv Pemprov KALTARA Bela Pengadaan, Aplikasi Cegah Korupsi Melalui e-marketplace

Bela Pengadaan, Aplikasi Cegah Korupsi Melalui e-marketplace

Rakor Bela Pengadaan
Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang Dalam Rakor Pemanfaatan Bela Pengadaan Secara Virtual, Jumat (07/05). Foto: sur/dkispkaltara

PK OnlineGubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang ikut menghadiri rapat koordinasi perluasan pemanfaatan Bela (Belanja Langsung) Pengadaan dalam rangka pencegahan korupsi pengadaan secara virtual dari rumah jabatan di Tarakan, Jumat (07/05).

Rakor tersebut dibuka langsung oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI), Firli Bahuri, yang dihadiri seluruh kepala daerah se-Indonesia.

Dalam paparannya, Firli mengungkapkan sejak tahun 2004 hingga 2021 kasus korupsi di Indonesia mencapai 1.146 kasus.

“Banyak juga kepala daerah yang terlibat permasalahan hukum akibat praktik korupsi,” ujarnya.

Dirinya juga sangat menyambut baik dengan sistem pengadaan barang dan jasa dengan menggunakan aplikasi Bela atau Belanja Langsung.

Baca Juga:  Cagub Zainal Hobi Main Sepka Bola, Bangga Kaltara Punya Bibit Potensial

“Aplikasi ini akan membantu kita semua dalam pekerjaan agar terhindar dari praktik korupsi,” ujarnya.

Bela pengadaan merupakan program untuk mendukung program UMK Go Digital melalui proses belanja langsung K/L/PD yang bernilai paling tinggi Rp50 juta kepada UMK yang tergabung dalam marketplace.

Bela pengadaan dibentuk berdasarkan ketentuan perundang–undangan, salah satunya Perpres 16/2018 pasal 70 ayat (2), e-marketplace pengadaan barang/jasa menyediakan infrastruktur teknis dan layanan dukungan transaksi bagi kementerian/ lembaga/ pemerintah daerah dan penyedia berupa katalog elektronik, toko daring, dan pemilihan penyedia.

Hal ini juga disambut baik oleh Gubernur Zainal. Ia menerangkan Bela Pengadaan merupakan pasar elektronik yang disediakan untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca Juga:  Pemkab Nunukan Tak Konsisten Terhadap Pembayaran Media, Diduga Ada Konspirasi

Selain itu, Bela Pengadaan tempat berkumpulnya e-marketplace yang sudah exist seperti Bukalapak, Tokopedia, Grab, Bhinneka, Shopee dan lain-lain.

Untuk bergabung sebagai merchant/pedagang di Bela Pengadaan, calon penyedia dapat bergabung dengan mendaftarkan usahanya ke marketplace yang sudah terdaftar di Bela Pengadaan sesuai dengan komoditas yang akan dijual, tanpa dipungut pembayaran apapun alias gratis.

“Manfaat Bela Pengadaan itu pertama proses belanja langsung pengadaan barang menjadi lebih transparan, efektif, efisien dan akuntabel. Bahkan ketersediaan data transaksi secara digital, kemampuan penelusuran transaksi, dan lainnya,” sebut Gubernur Zainal.

Baca Juga:  Siap Bangun Kaltara, Gubernur Beri Wejangan KepadaLulusan IPDN Angkatan XXVIII

Manfaat lainnya tercatat secara digital, mudah dimonitoring dan diaudit serta pengawasan. Mempercepat transformasi digital dan pemberdayaan UMKM. Menciptakan persaingan usaha yang kompetitif, sehat dan wajar, mencegah penyimpangan transaksi yang di mark up dan fiktif, tercapainya value for money atau harga terbaik. (sur/dkispkaltara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

%d blogger menyukai ini: