Bapaslon Bupati-Wakil Bupati Harus Patuhi Protokol Kesehatan Saat Pendaftaran

Tahapan Pilkada Serentak 2020 di Nunukan
Ketua KPU Nunukan, Rahman

POS-KALTARA.CO.ID – KPU Nunukan menganjurkan bakal pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Nunukan pada 4-6 September 2020 bakal pasangan calon harus mematuhi protokol kesehatan COVID-19 minimal memakai masker dan menjaga jarak. Penyelenggara pemilu juga menyediakan air cuci tangan dan alat pengukur suhu badan.

Hal ini diperketat sebagai upaya pencegahan penularan virus korona yang masih mewabah saat ini, kata Ketua KPU Nunukan, Rahman pada Kamis (27/8). Pengetatan ini juga telah esuai ketentuan dalam Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencalonan Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati dan Walikota-Wakil Walikota di tengah-tengah pandemi COVID-19

Baca Juga:  DI RUMAH SAJA! 2 Remaja di Nunukan Eks Peserta Ijtima Gowa Positif COVID-19

Kemudian, Keputusan KPU Nunukan Nomor: 22/HK.03.1-Kpt/6503/KPU-Kab/1/2020 tentang Penetapan Persyaratan Pencalonan untuk Partai Politik atau Gabungan Partai Politik pada pilkada serentak 2020.

Ketentuan tersebut disebutkan, sesuai ketentuan dukungan parpol minimal 20 persen dari jumlah kursi di DPRD Nunukan atau minimal lima kursi atau paling sedikit 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah pada pemilu 2019 atau sama dengan 23.841 suara dari95.361 suara sah.

Rahman menyebutkan, pendaftaran dibuka pada 4-6 September 2020 bertempat di Kantor KPU Nunukan pada jam kerja atau sesuai dengan ketentuan penyelenggara pemilu setempat.

Dalam pengumuman bernomor: 330/PL.02.2-SD/6503/KPU-Kab/VIII/2020 tentang Pendaftaran Bakal Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Nunukan tahun 2020 tertanggal 26 Agustus 2020.

Baca Juga:  Mediasi Sengketa Lahan Di Binusan Dalam, DPRD Cari Titik Simpul

“Partai politik atau gabungan partai politik hanya mendaftarkan satu bakal pasangan calon. Kalau ada pengurus parpol atau bakal pasangan calon yang tidak hadir maka tidak bisa mendaftarkan bakal paslonnya kecuali berhalangan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari instansi berwewenang,” ungkap Rahman.

Jadi, lanjut dia, pada saat pendaftaran tersebut, bakal pasangan calon maupun partai politik wajib hadir pada saat pendaftaran dengan mempedomani ketentuan pasal 42 dan pasal 45 Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2020.

Kemudian, bakal paslon Bupati-Wakil Bupati dan pengurus partai politik harus memenubi ketentuan protokol kesehatan demi pengendalian penularan COVID-19. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here