APDESI: DD Selama COVID-19 Fokus Pada Pemulihan Ekonomi

Fokus Pemanfaatan Dana Desa Selama COVID-19
Ketua Apdesi Cabang Nunukan H Firman

Pos-Kaltara.co.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah menekankan penggunaan dana desa (DD) selama pandemi COVID-19 ini agar fokus pada pemulihan ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu, Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Cabang Kabupaten Nunukan, mengacu pada juknis tersebut dengan lebih banyak menyasar bantuan-bantuan yang sifatnya stimulan.

Ketua APDESI Cabang Kabupaten Nunukan, Hj Firman menegaskan, sejak 2020 awal pandemi COVID-19 memang kepala desa diinstruksikan lebih fokus pada empat hal yakni penanganan COVID-19, bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp300.000 selama 12 bulan, pemulihan ekonomi dalam artian pembuatan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat seperti jalan produksi tani, nelayan dan SDGs.

Baca Juga:  Pemda Diminta Perkuat Pelacakan Kasus COVID-19 Dari Luar Negeri, Kenapa?

Firman pun akui nominal DD yang diterima setiap desa di Kabupaten Nunukan masih mencukupi dengan mengacu pada empat skala prioritas tersebut.

Penekanan pemanfaatan DD berdasarkan empat skala prioritas sesuai instruksi Kementerian Desa dan Transmigrasi, kepala desa di seluruh Kabupaten Nunukan mampu menekan kesulitan ekonomi masyarakat.

“Kalau DD sendiri selama pandemi COVID-19 ini mengalami kenaikan sehingga kepala desa di Kabupaten Nunukan mampu menekan kesulitan ekonomi warga,” sebut Firman yang juga Kepala Desa Balansiku Kecamatan Sebatik ini.

Mengenai program SDGs ini, kata Ketua APDESI Nunukan ini, seluruh desa diinstruksikan melakukan pendataan perihal kondisi ekonomi berkaitan dengan pendapatan dan lain-lainnya setiap keluarga.

Baca Juga:  Hadapi "New Normal", Nunukan Matangkan Persiapan

Maksud dari SDGs desa ini adalah upaya terpadu mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, desa ekonomi tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa peduli lingkungan, desa peduli pendidikan, desa berjejaring, desa tanggap budaya dan desa ramah perempuan. (mt)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here