Akses Perbatasan Dibuka, 120 Ton Sembako dari Malaysia Masuk Krayan

Pasokan Sembako dari Sarawak, Malaysia Masuk Krayan, Kabupaten Nunukan
Prajurit TNI AD Satgas Pamtas Yonarhanud 16/Kostrad memeriksa barang-barang asal Malaysia di Krayan Kabupaten Nunukan

Pos-Kaltara.co.id – Pemerintah Malaysia membuka akses perbatasan antara Sarawak dengan Krayan, Kabupaten Nunukan sehingga distribusi sembako mulai dapat didatangkan masyarakat yang bekerja sama dengan koperasi.

Distribusi perdana sebanyak 120 ton yang terdiri dari kebutuhan makan minum sehari-hari, bahan bangunan dan bahan bakar industri pada Rabu, 10 Februari 2021.

Sebelum masuk wilayah NKRI, perwakilan Pemerintah Malaysia dengan Pemkab Nunukan menandatangani MoU. Hadir dari Pemkab Nunukan adalah Sekda Serfianus.

Penandatanganan MoU berlangsung pada sebuah lapangan dekat Pos Imigrasi Bakelalan, Sarawak dihadiri Timbalan Menteri Pembangunan Luar Bandar Progam II Malaysia Datok Henry Sum Agong didampingi Residen Daerah dan pegawai daerah Lawas.

Baca Juga:  Atlet dan pelatih berprestasi di Nunukan terima bonus

Dalam MoU tertulis kesepakatan pengiriman barang dari wilayah Bakelalan ke Long Midang, Krayan, Indonesia yang dibutuhkan masyarakat di wilayah perbatasan itu karena sulitnya disuplai dari ibukota Kabupaten Nunukan maupun daerah lainnya.

Serfianus menjelaskan kerjasama ini merupakan “Government To Government” atau G to G melalui pola antara koperasi kedua negara sebagai wujud dari upaya Pemerintah Indonesia sejak pandemi COVID-19.

Penutupan akses perbatasan oleh Pemerintah Malaysia menyebabkan terjadinya kelangkaan bahan pokok di wilayah Krayan.

Baca Juga:  30 Warga Terima Ijazah Paket A Sembelih Sapi Tanda Syukur

Ia menambahkan bukan perkara mudah untuk mewujudkannya pengiriman barang ini. Berkat perjuangan Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid yang berkoordinasi dengan Gubernur Kaltara melalui surat Nomor P/452/BPPD-II/185.5 pada 18 Juni 2020.

Selanjutnya Gubernur Kalimantan Utara menyurat kepada Pemerintah Malaysia dan direspon baik sehingga akses perbatasan dibuka kembali.

“Kerjasama G to G ini adalah upaya pemerintah sejak awal penutupan akses perbatasan dengan harapan dapat mengurangi kelangkaan bahan pokok di wilayah Krayan,” ucap Serfianus.

Selain itu, upaya pemerintah Kabupaten Nunukan juga telah menjalankan program subsidi ongkos angkut (SOA) barang dari Nunukan ke Krayan.

Baca Juga:  Jangan Khawatir, KPU Nunukan Siapkan Masker di TPS

Pemkab Nunukan juga telah menambah penerbangan ekstra angkutan barang dari Nunukan ke Long Bawan menggunakan dana insentif daerah (DID) yang bersumber dari APBN berkat keberhasilan menangani COVID-19 pada 2020. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here