Pos-Kaltara.co.id – Gubernur Zainal Arifin Paliwang, mengisi akhir pekan dengan bertemu pekerja pelabuhan yang terdiri dari buruh, tukang ojek dan sopir rental di Pelabuhan Tengkayu I (SDF).

Zainal Arifin Paliwang mengatakan, agenda minum kopi adalah rutinitas silaturahminya dengan masyarakat sembari mendengarkan saran dan masukan dari masyarakat.

“Disamping ajang silaturahmi bersama rekan-rekan buruh, tukang ojek dan sopir rental, ada beberapa hal yang mereka sampaikan ke saya, terkait masalah masuknya kendaraan ke area keberangkatan,” ujar Zainal pada Sabtu, (27/2).

Gubernur menyampaikan, untuk penumpang yang hendak berangkat tidak diperkenankan membawa masuk kendaraan sesuai aturan operasional pelabuhan.

Baca Juga:  Sambut HUT RI, Gubernur Kukuhkan 40 Peserta Paskibraka Kaltara

“Saya saja kalau mau berangkat pasti tidak bawa kendaraan ke dalam, yang ada saya ikut bus DAMRI,” sambungnya.

Menurut Zainal, para pekerja pelabuhan menginginkan agar kendaraan bisa masuk apabila barang yang dibawa penumpang dalam kondisi banyak.

“Mereka berharap pengelola pelabuhan memberikan kebijakan untuk diperkenankannya buruh dan kendaraan rental masuk ketika satu penumpang membawa jumlah barang yang banyak,” lanjut Gubernur Kaltara.

“Karena nggak mungkin satu penumpang membawa 6 koper sehingga diberikan kebijakan agar buruh dan kendaraan rental dapat masuk membantu membawa barang,” ujarnya.

Mantan Wakapolda Kaltara ini juga memberitahukan kepada para pekerja pelabuhan bahwa pelabuhan yang identik dengan sebutan SDF ini akan dikelola bersama antara Pemerintah Kota Tarakan dan Pemerintah Provinsi Kaltara.

Baca Juga:  Paslon Zainal-Yansen Janjikan Sertifikat Gratis Bagi Petambak

“Saya sampaikan juga ke mereka bahwa pengelolaan pelabuhan ini akan kita serahkan ke Wali Kota Tarakan,” tandas Zainal.

Sumber: Media Relasi Ziyap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here