Warga Miskin Tak Dapat Bantuan
Salah satu perkampungan di Kelurahan Nunukan Utara

POS KALTARA.CO.ID – Ada warga kurang mampu atau lebih fasih dengan sebutan miskin di Kelurahan Nunukan Utara Kabupaten Nunukan tidak tersentuh bantuan dari Pemerintah sejak sebelum pandemi COVID-19.

Hal ini ketahuan saat berbincang dengan salah seorang warga kurang mampu fi RT 10 Kelurahan Nunukan Utara sebelum Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah.

Ada dua KK yang diketahui tidak pernah sama sekali mendapatkan bantuan baik sebelum maupun selama wabah COVID-19. Padahal bantuan dari Pemerintah bejibun baik dari pusat maupun daerah.

Dua KK yang diketahui ini saat ini menyewa rumah di depan Pasar Inhutani Kelurahan Nunukan Utata. Salah satunya beranak tiga yang masih balita.

Murni salah satu dari kedua KK ini mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan baik PKH maupun bantuan lainnya selama wabah COVID-19 ini.

Baca Juga:  Zainal: Saya Bersama Pak Yansen Maju Pilgub Karena Cinta Masyarakat Kaltara

Walaupun telah beberapa kali melapor kepada ketua RT-nya maupun kantor kelurahan. “Saya selalu disuruh sama tetangga melapor ke Ketua RT dan Kantor Kelurahan. Tapi tidak permah digubris dengan alasan tidak bisa lagi,” ucap Murni.

Ia menuturkan, sebelum pergantian Ketua RT memang masih sering mendapatkan bantuan dari Pemerintah. “Sejak sudah diganti Ketua RT tidak pernah lagi dapat bantuan. Memang Ketua RT sebelumnya masih selalu dapat bantuan,” ujar dia.

Kedua KK ini hidup serumah di rumah kontrakan di depan Pasar Inhutani Kelurahan Nunukan Utara.

Murni memyatakan, tetangganya seringkali mempertanyakan kenapa tidak dapat bantuan. Ia katakan, mungkin bukan rezeki sehingga tidak diberikan bantuan yang digelontorkan Pemerintah.

Baca Juga:  Kinerja Sudah Terbukti, Masyarakat Sungai Boh Siap Menangkan Zainal-Yansen

Padahal, lanjut Murni, dirinya juga warga kurang mampu dan berhak atas semua bantuan dari Pemerintah.

“Saya tidak pernah dikasi bantuan sedikitpun selama ini setelah Ketua RT sudah diganti,” kilah dia.

Kedua KK ini adalah orangtua dan anak. Dimana anaknya yang sudah berumahtangga ini masih menumpang di rumah kontrakan orantuanya dengan tiga anak masih balita.

Sebenarnya Murni ini punya kios penjualan sembako di Pasar Inhutani dengan menggunakan modal usaha pinjaman.

Oleh karena itu, perlu mendapatkan uluran tangan dan perhatian dari Pemerintah mulai pusat hingga daerah.

Tetapi pada kenyataannya, kedua KK ini tidak dilirik sama sekali oleh Pemerintah. Sementara, diduga kuat banyak warga yang sudah mampu masih tercatat sebagai penerima bantuan.

Baca Juga:  Dukung Zainal-Yansen, Warga Nunukan di Sebuku Inginkan Perubahan

Bahkan diperoleh informasi dari segelintir warga di Sei Bolong Kelurahan Nunukan Utara, penerima bantuan baik PKH, BLT dan bantuan Pemerintah Kabupaten Nunukan hampir semua sanak keluarga dari seorang Ketua RT.

“Di RT ku itu di Sei Bolong penerima bantuan hampir semuanya keluarga Ketua RT,” ungkap seorang warga yang minta namanya dirahasiakan.

Padahal, lanjut dia, banyak warga kurang mampu termasuk dirinya layak mendapatkan bantuan dari Pemerintah. Hanya saja, faktanya tidak sesuai dengan anjuran pemerintah karena “permainan” RT yang menyerahkan data diduga nepotisme. (ir/rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here