30 Warga Terima Ijazah Paket A Sembelih Sapi Tanda Syukur

Syukuran Warga Tanjung Karang
Acara Syukuran 30 Warga Desa Batang Karang, Pulau Sebatik yang Menerima Ijazah Paket A, Rabu (23/06). Foto: Humas&Protokol
Menuntut ilmu dan selalu meningkatkan ilmu tidaklah ada batasnya sebab pendidikan baik itu formal maupun nonformal sangatlah penting.
H Hanafiah

PK Online – Berdasarkan ujian pendidikan kesetaraan dan memenuhi kriteria sesuai dengan perundang-undangan, sebanyak 30 warga Sungai Batang Desa Tanjung Karang, Pulau Sebatik menyembelih seekor sapi setelah menerima ijazah Pakat A.

Wakil Bupati (Wabup) Nunukan Hanafiah hadir memenuhi undangan acara syukuran dan pisah sambut yang dikemas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan itu.

Tampak pula hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Kabupaten Nunukan Hamsing, Muspika Kecamatan Sebatik, Kepala UPT Satuan PNF SKB Sebatik Usman R, Kepala MI As’Adiyah kampus II Sungai Batang, dan Kepala Desa Tanjung Karang.

Pada kesempatan itu, Wabup Hanafiah dalam sambutannya menyampaikan menuntut ilmu dan selalu meningkatkan ilmu tidaklah ada batasnya sebab pendidikan baik itu formal maupun nonformal sangatlah penting.

Status peserta yang mengikuti ujian paket ini, lanjut Hanafiah, sama dengan pendidikan formal anak-anak yang bersekolah di kelas VI dan lulus, demikian pula dengan ijazahnya.

“Kalau kita melihat dimana-mana ada yang memiliki ijazah paket C sekarang banyak yang menempuh pendidikan sarjana. Jadi peserta yang sekarang yang paket A ini jangan mundur, karena saya melihat usia-usianya masih usia produktif kemungkinan sekitar usia di bawah 40 atau 35 tahun saya lihat,” ujarnya

Baca Juga:  Tanggap Darurat Kebakaran Inhutani Ditutup, Laura: Bantuan Pemerintah Tetap Berjalan

Ia menambahkan tidak ada batasan menuntut ilmu hingga kejenjang yang lebih tinggi. meskipun sekarang hanya memiliki ijazah Paket A, tetapi kesempatan untuk belajar sampai nanti meraih Paket C dan bahkan hingga ke perguruan tinggi bukan hal yang tidak mungkin.

Hanafiah juga mengatakan bahkan pada usia-usia yang memang secara undang-undang kepegawaian dimungkinkan pemilik ijazah Paket bisa melamar sebagai ASN, tidak lagi membedakan ijazah paket ataupun bukan paket karena memang dihargai dalam sistem kependidikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003.

“Jadi kembali saya sampaikan bahwasannya maju dan tidak majunya sebuah kabupaten itu salah satu indikatornya adalah pendidikan. Semakin tinggi masyarakat kita memiliki pendidikan atau semakin kurang yang tidak bisa membaca atau tidak mengikuti paket itu semakin bagus,” tambahnya.

Baca Juga:  Bupati Nunukan Serahkan Bingkisan Bagi Perkerja Lapangan Persampahan

Hanafiah juga menyampaikan perlunya anak-anak menempuh pendidikan hingga tamat sekolah menengah. Karenanya, ia berharap anak-anak 16-18 tahun dapat mengenyam dan tamat di sekolah menengah umum ataupun kejuruan.

“Sekolah sekarang tidak ada biaya. Anak kita harus sekolah mulai usia 7 tahun hingga usia 17 atau 18 tahun itu wajib pendidikan bagi mereka bahkan sampai kejenjang perguruan tinggi,” ujarnya.

Karena dengan kualitas SDM yang baik, tambah Hanafiah, bangsa ini bisa hebat dan maju seperti negara-negara lain. Ia berharap tidak ada lagi anak yang putus sekolah atau bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali sebab bisa mengikuti ujian kesetaraan hingga memiliki ijazah.

Pendidikan, menurut Hanafiah adalah salah satu hal yang dapat memutuskan ketidakberdayaan dan kemiskinan.

“Dalam keluarga kalau kita mau memutus mata rantai kemiskinan maka anak kita harus sekolah. Karena dengan sekolah anak kita memiliki pengetahuan yang memasuki pangsa kerja, jika kita lepas dimana-mana mereka bisa berhasil, tapi kalau mereka tidak memiliki pendidikan tidak akan bisa karena brain-nya tidak diisi dengan pendidikan yang baik,” ujar Hanafiah.

Baca Juga:  Serahkan Bantuan, Wagub Ingatkan Warga Malinau Taat Prokes

Ia mengajak penduduk Pulau Sebatik khususnya warga Desa Tanjung Karang untuk tetap belajar karena akses dan transporatasi mudah serta tenaga yang mumpuni sehingga tidak lagi ditemukan orang-orang yang buta aksara.

Di akhir sambutannya Wabup Hanafiah memotivasi para lulusan Kejar Paket A ini untuk melanjutkan ke jenjang Kejar Paket yang lebih tinggi.

” Meskipun di usia tua tidak masalah karena dengan pendidikan itu bisa membantu. Untuk bapak, ibu yang lulus paket A, ayo lanjutkan sampai ke paket C, kalau nanti bisa lulus sampai paket C saya akan datang kembali ke sini. Karena saya pikir ini sangat luar biasa semangatnya yang perlu kita hargai dan kita acungkan jempol karena kita semua kegiatan belajar seperti ini bisa terlaksana dengan baik,” tuturnya sembari menutup sambutannya.

Diakhir acara Wakil Bupati H. Hanafiah menyerahkan secara simbolis surat kelulusan kepada perwakilan warga yang telah lulus mengikuti pendidikan kesetaraan paket A setingkat SD. (Humas)

Editor: Muhammad Syukri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here