19 PMI Pulang Via Jalur Ilegal Segera Dipulangkan ke Kampung Halamannya

Kepala BP2MI Nunukan Kombes Pol Hotma Victor Sihombing
Kepala BP2MI Nunukan Saat Ditemui di Kantornya, Senin (21/06). Foto: Poskaltara

PK Online – Sebanyak 19 pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Indonesia melalui jalur tikus atau ilegal di Kabupaten Nunukan segera dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.

Ke-19 PMI ini terdiri dari 15 orang pulang melalui jalur tikus di KM 11 patok 634 perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Seimenggaris, Kabupaten Nunukan pada Jum’at (18/06).

Ditambah, empat orang lainnya bekerja di Sarawak yang pulang melalui pintu ilegal di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.

Kepala Badan Pelindungan PMI (BP2MI) Nunukan Kombes Pol Hotma Victor Sihombing pada Senin (21/06) menyebutkan pemulangan 19 PMI ke kampung halamannya masih menunggu hasil pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) dari RSUD Nunukan.

Baca Juga:  BUPATI NUNUKAN MENDAPAT SAMBUTAN HANGAT OLEH MASYARAKAT SEBAKIS PADA PERINGATAN HARI BURUH

Khusus 15 PMI yang pulang melalui Kecamatan Seimenggaris, Hotma menyatakan masih harus pemeriksaan PCR kedua untuk memastikan negatif COVID-19.

Oleh karena itu, lanjut Hotma, pemulangan ke-15 PMI semua tujuan NTT ini belum bisa dipastikan pekan ini.

“Kita tunggu hasil PCR. Kalau semua negatif baru kita pulangkan” ungkap Hotma.

Saat ini, ke-15 PMI tersebut tengah menjalani karantina di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang terletak di belakang kantor gabungan dinas I Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan. Sembari menunggu jadwal pemulangan ke kampung halamannya.

Ditanya soal prosedur pemulangan ke kampung masing-masing, Hotma menyebutkan biayanya akan dibantu BP2MI. Hanya saja, sementara harus dikarantina untuk memastikan tidak adanya penderita COVID-19.

Baca Juga:  PPKM Berlarut-larut, Pelaku UMKM Keluhkan Ketatnya Aturan Waktu Pelayanan

“Semua PMI meskipun masuk secara non prosedural tetap kita layani, apalagi saat-saat pandemi begini. Sementara untuk biaya pemulangannya nanti kami (BP2MI) bantu ,” Jelasnya.

Hal ini ditempuh mengingat kasus COVID-19 yang tidak kunjung reda sehingga satuan petugas (satgas) harus bertindak tegas agar penularan virus ini bisa teratasi.

“Harus karantina dulu, jangan sampai ada yg yang terpapar dan mereka bawa masuk ke indonesia, bisa-bisa Kita semua kena (***)

Penulis: Muhammad Syukri

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here